KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Advertise Here

Kamis, 12 Desember 2019

Kompassindo

SDN 34 Negeri Katon, Pasang Bendera Yang Rusak


PESAWARAN – KOMPASSINDO

Bendera Merah Putih adalah  bendera Negara Indonesia yang harus di jaga dan di hormati sepanjang masa

Undang- undang nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang Negara, serta lagu kebangsaan,di jelaskan pada bagian keempat tentang larangan yaitu pada Pasal 24 - Setiap orang dilarang: merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara, memakai bendera negara untuk reklame atau iklan komersial, MENGIBARKAN BENDERA NEGARA YANG RUSAK, ROBEK, LUNTUR, KUSUT, atau kusam, mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada bendera negara, dan memakai bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera negara

Peraturan mempergunakan tentang bendera Negara Indonesia cukup jelas dan sanksi tegas sudah di atur, seperti yang di jelaskan dalam Undang-undang ini tentang sanksinya pada Pasal 67 di jelaskan: Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang: dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b, "dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak", robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c.

Ternyata di zaman sekarang masih ada yang belum faham tentang tatacara  memakai dan mengibarkan bendera Negara'  tentu saja' seperti yang terjadi pada SDN 34 NEGRI KATON KEBUPATEN PESAWARAN,provinsi lampung ternyata masih terpasang di sekolahan tersebut bendera yang taklayak di pakai sobek,.

Kepala Sekolah SDN negeri katon ,bpk slamat Hariyanto spd. Saat di konfirmasi di ruang kerjanya  " mengatakan tidak tau adanya UUD tentang larangan pengibaran bendera merah putih , setiap orang di Larang memakai bendera negara yang rusak,rubek, luntur,kusut atau kusam , .(13-12-201

Dan kepala sekolah mengatakan bahwa akan mengganti   bendera nya menunggu Dana bos keluar,

Diharapkan pada instansi negeri dan suwasta di manapun agar selalu menjunjung tinggi bendera Negara Indonesia dan mempergunakanya sesuai dengan aturan per-Undang-undangan yang berlaku dan jangan sampai terjadi lagi seperti hal yang sama dimanapun berada Demi NKRI –(Bdi). 

Selasa, 10 Desember 2019

Kompassindo

Miris,Kinerja Kelurahan Pemiri Dan Kecamatan Lubuk linggau Barat II Dipertanyakan


Ngak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Lubuk linggau,Sumatera Selatan-KOMPASSINDO

Sangat Miris sekali seorang nenek bernama SITI BAHARIYAH Umur 83 yang tinggal di RT 01 Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Saat diwawancarai Kompassindo Nenek SITI mengatakan bahwa selama 53 Tahun tinggal di Kota Lubuklinggau dari Tahun 1962 sampai saat ini Tahun 2019 tidak pernah mendapat dan menikmati bantuan dari Pemerintah Kota Lubuklinggau, padahal banyak sekali warga yang sudah cukup mampu perekonomian nya masih menerima bantuan Pemerintah.
Sedangkan Nenek Siti yang sudah cukup lama ditinggal suami harus berjuang hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhan sehari -hari.

Padahal bantuan Pemerintah terhadap   warga kurang mampu terus bergulir,yang menjadi pertanyaan kenapa Nenek Siti bisa terlewatkan dari berbagai macam bantuan Pemerintah sedangkan Program Keluarga Harapan (PKH)

Keluhan Nenek Siti semenjak  suami meninggal Tahun 1981 sampai saat ini belum  sama sekali pernah menerima bantuan Pemerintah berbentuk apa saja,Nenek menambahkan pada dua tahun yang lalu pernah dikasih beras  10 kilo sebanyak dua kali pada masa Ketua Rt TAR, hingga sampai adanya Program Keluarga Harapan  (PKH),BEDAH RUMAH ,dan berbagai macam bantuan lain. Nenek SITI tetap saja tidak mendapatkan haknya sebagai warga tidak mampu dan Lanjut Usia (LANSIA). Tim A1@ri 

Kompassindo

Sabu Seberat 75 Kilogram Di Musnahkan Oleh BNNP Sumsel Dan Danlanal Palembang


Palembang, Kompassindo - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel (BNNP Sumsel) bersama Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang musnahkan 79 kilogram sabu, acara pemusnahan berlangsung di halaman bnnp sumsel jakabaring palembang. Selasa (10/12/2019) .

Selain puluhan kilogram narkoba jenis sabu yang dimusnakan dengan cara diboor dalam Gentong Plastik, BNNP juga menghadirkan kedua tersangka yakni Herman (59) dan Deni (47), warga Kecamatan Kalidoni Palembang.

Sebelumnya, narkoba jenis Sabu ini dibawa kedua pelaku di wilayah perairan Sungai Sungsang, Kabupaten Banyuasin setelah anggota mendapat informasi dari Lanal Batam.

Mendapat informasi tersebut, Tim F1QR Lanal Palambang langsung melakukan penyelidikan, dan menemukan sebuah speedboat 40 pk melaju kencang, hingga langsung dikejar dan baru berhenti setelah diberikan tembakan peringatan.

Setelah itu, dilakukanlah penggeledahan lalu petugas menemukan empat buah koper ditutupi karung goni yang didalamnya terdapat 79 bungkus narkotika jenis shabu yang dikemas dalam bungkus teh China pada Selasa, (28/18/2019).

Kepalak BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman didampingi Komandan Pangkalan TNI AL Palembang Kolonel Laut (P) Saryanto mengatakan, Narkoba yang dimusnakan pada siang hari ini adalah hasil penangkapan yang dilakukan setelah tim patroli Quick Response bersama BNNP Sumsel dengan melakukan pengejaran di sungai Sungsang Kabupaten Banyuasin.

“Ya narkoba yang kita musnakan ini diduga berasal dari Malaysia yang masuk ke indonesia melalui perairan, saat ini kita sudah menyelamatkan jutaan anak bangsa untuk terhindar dari narkoba” ujarnya saat usai memimpin gelar pemusnahan barang bukti. (fdiel)
Area lampiran