KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Advertise Here

Sabtu, 09 Mei 2020

Kompassindo

PSBB Tahap Kedua Damkar Depok Terus Monitoring Kampung Siaga Covid-19


DEPOK-KOMPASSINDO
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok kembali lakukan monitoring dengan membagikan masker kain dan hand sanitizer ke kampung siaga Covid-19 di saat penerapan PSBB tahap kedua berlangsung. Yang bertujuan mengupayakan pengumpulan bahan makanan untuk lumbung pangan secara swadaya dan gotong royong.
“Satgas Kampung Siaga Covid 19 ikut juga membantu melakukan Patroli Keliling mensosialisasikan PSBB dan bisa juga membubarkan kerumunan massa karena bahaya wabah Pendemi Covid 19,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Deni Romulo, Minggu (3/5/2020)
Deni mengatakan, hari ini terjun ke titik lokasi Kampung Siaga Covid-19 Ke RW di Kecamatan Cimanggis, lanjut Deni melaksanakan pemantauan kesehatan, keamanan dan logistik di RW setempat.
“Yang paling penting meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan PSBB untuk Pencegahan Penyebaran Covid 19, bisa segera berakhir,” ucapnya.
Titik lokasi yang dikunjungi lanjut Deni, kali ini di Kecamatan Cimanggis. Kabid PB yang didampingi Sekcam Cimanggis Abdulrahman, Lurah Mekarsari Iqbal Faroid, Lurah Curug, Lurah Pasir Gunung Selatan mengunjungi Kampung Siaga Covid-19.
“Lokasi yang kami kunjungi di Rw. 02 Kel. Curug, Rw. 08 Kel. Harjamukti, Rw. 02 Kel. Cisalak Pasar, Rw. 08 Kelurahan Mekarsari, Rw. 10 Kel. Tugu, dan Rw. 12 Kel. Pasir Gunung Selatan,” ujarnya.
Menurut Deni, dengan pemberian masker dan hand sanitizer bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, mereka harus membiasakan diri untuk hidup bersih dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir, serta mengenakan masker jika keluar rumah.
“Kami ingin masyarakat semakin menyadari perlunya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Terlebih dalam kondisi wabah Covid-19 ini. Jadi di rumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak,” tuturnya, (Radot. S)

Kompassindo

*Peduli Jurnalis, FWJ Apresiasi Kepada Srikandi BRI*


Jakarta-KOMPASSINDO

 Ditengah kegalauan pemerintah dan rakyat Indonesia akibat pandemi wabah covid-19 yang hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhirnya pemutusan rantai virus corana telah mendorong 13 Kepala Devisi Bank BUMN terkemuka di Indonesia ini tergerak hatinya dan membentuk Srikandi BRI sebagai bentuk kepekaan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat maupun kalangan profesi yang terdampak.

Prilly Ismadie yang juga salah satu dari motor penggerak Srikandi BRI menjelaskan pembentukan wadah tersebut bersama para ibu kepala devisi di BRI dari eselon 1 dan eselon 2 sudah diwacanakan jauh sebelum adanya wabah covid-19, namun dikatakan Prilly, Srikandi BRI resmi dipublikasikan pada tanggal 6 Mei 2020.

Rentetan kegiatan sosial dipaparkan Prilly bahwa Srikandi BRI telah membangun sarana tempat cuci tangan dibeberapa titik pasar Benhil dan pemberian bantuan sosial langsung diberbagai titik selain dari memberikan bantuan langsung kepada para pekerja dilingkungan BRI Pusat.

“Kita tetap berbagi kok, seperti bantuan langsung pada para Office Boy, Driver, Satpam, Cleaning Service, tenaga maintenence diberbagai lokasi yang tersebar di Jakarta, serta untuk masyarakat kurang mampu di wilayah sekitar Bendungan Hilir, di Belakang Kantor. "Jelas Prilly.

Tidak hanya itu, Srikandi BRI juga berikan perhatian khusus kepada para keluarga pekerja pers yang tergabung di dalam Forum Wartawan Jakarta (FWJ). 160 Paket kebutuhan di masa pandemi corona telah didroping langsung oleh team logistik Srikandi BRI yang dipimpin Bayu dan Rano kemaren, 8 Mei 2020 di Gedung Joang ’45, Jalan Menteng Raya No. 31, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami pastikan paket sudah tiba sebelum jam 10 pagi pak, "kata Bayu via seluler sehari sebelum acara.

Menurut Ka Divisi Marcomm BRI Pusat Prilly Ismadi, pihaknya terketuk hati kepada para keluarga jurnalis, ia mengatakan bahwa pekerja pers sebagai salah satu garda terdepan dalam memberitakan informasi penting terkait wabah Convid 19.

“Dimata kami mereka (wartawan.red) adalah ujung tombak pembangunan bangsa dalam menyampaikan informasi terkini. Profesi wartawan sangat mulia dan tak kenal lelah serta pamrih. Dalam kondisi wabah covid-19 ini, tentunya tugas teman-teman wartawan sangat rentan terhadap resiko, termasuk keluarganya. Sehingga apa yang kami lakukan bisa mengurangi sedikit beban mereka. "ungkapnya, disela-sela penyerahan simbolik kepada lima pengurus FWJ di kantor BRI Pusat, Jakarta, Jumat, (8/52020).

Bantuan paket kebutuhan Srikandi BRI yang berisi mukenah, beras 5 kg, susu kaleng, sanitizer, masker, biskuit, minyak sayur, dan lainnya sebanyak 160 paket itu diharapkan menjadi obat kerinduan kepada kawan-kawan wartawan yang tergabung di Forum Wartawan Jakarta (FWJ).

"Kami juga berikan untuk para pengurus FWJ berupa budybag sebagai bentuk humanitas kelanjutan yang baik. "Kata Prilly.

Ucapan terimakasih pun mengalir dari Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi dan Jaringan antar lembaga Forum Wartawan Jakarta, Esa Tjatur Setiawan yang juga Ketua Panitia Acara Pembagian paket.

“Kami mewakili seluruh pengurus dan anggota FWJ mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Srikandi BRI. Setidaknya melalui kepekaan sosial terhadap para keluarga wartawan itu menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan sejenisnya. "Harap Esa di lokasi penyerahan paket sosial kepada ratusan keluarga wartawan, Jum'at (8/5/2020).

Apresiasi yang senada juga terungkap dari Bendahara FWJ yang diketahui sebagai pimpinan redaksi Kabartoday.co.id, Tri Wulan Sari. “Lumayan... Pemberian Srikandi BRI bukan Kaleng kaleng. Ada Beras, Susu, Gula, Teh, semua top brand untuk urusan perut. Ada Biskuit, Hudybag Brizzi dan Mukenah untuk lebaran dan sholat Idul Fitri. "ungkap Wulan di lokasi acara.

Ditempat yang sama, Koko selaku Kordinator logisitik FWJ telah mendata sedikitnya ada 300 lebih wartawan yang tergabung di FWJ, namun dengan adanya bantuan 160 paket Srikandi BRI, setidaknya dapat mengurangi beban para jurnalis. "Ulasnya.

Terkait pers sebagai garda terdepan, Sekjen Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Ichsan menjelaskan setidaknya perubahan jaman yang kian maju dan sebagai pilar ke 4 Demokrasi, Pers menjadi tolak ukur penting. Namun faktanya Pers mulai tersisihkan dan semakin tak dianggap keberadaannya. "Srikandi BRI contoh yang baik dan telah menganggap kami ada untuk menjaga fungsi kami sebagai pilar ke 4 demokrasi. Semoga kepekaan yang dilakukan Srikandi BRI kepada FWJ menjadi virus baik bagi perusahaan lainnya, dan kembali mengetuk pintu 3 pilar di Negeri ini. "Urainya.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta Mustopa Hadi karya yang sering disapa Opan ini melalui Kepala Humas FWJ, Bambang Suryono telah memberikan apresiasi tinggi kepada Srikandi BRI yang semuanya cantik-cantik, kecantikan para pengurus Srikandi BRI terpancar dari ketulusan hatinya dan kepeduliannya terhadap wartawan.

“Bantuan kalian telah mengurangi kegalauan kawan-kawan jurnalis, kepekaan kalian para Srikandi BRI telah mengobati luka kami. Teruslah berbuat yang terbaik untuk para kuli tinta dimanapun berada. Terang Bambang.

Paket bantuan Srikandi BRI inipun tak luput dari apresiasi Penasehat FWJ, Lemens Kodongan. “Saya menaruh hormat pada Srikandi BRI, karena cara mereka memberi dengan kesetaraan dan sikap menghargai. Beda dengan yang lain, seolah yang dibantu lebih rendah dari yang membantu. Srikandi BRI tidak. Pemberian mereka bisa menjadi tauladan kita semua, "ucapnya.

Diinformasikan melalui kepanitian kegiatan Baksos Forum Wartawan Jakarta bahwa hari ini pun FWJ akan berikan bantuan sosialnya kepada Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) di terminal kampung rambutan.
(Alam) 

Rabu, 29 April 2020

Kompassindo

PDAM Tirta Asasta Depok Gratiskan Pelanggan Kelompok Satu


DEPOK-KOMPASSINDO
Manager Pemasaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka membenarkan, bahwa ditengah situasi keprihatinan pandemi virus Corona atau Covid-19 sekarang ini, pihak PDAM membantu masyarakat khususnya di Kota Depok yang sedang terdampaknya. Maka, PDAM menggratiskan beban biaya berlangganan bagi para pelanggan yang masuk dalam kelompok Satu. Sebab, terbagi menjadi tiga kelompok. Jadi, pelanggan yang masuk dalam kelompok tersebut yakni, Satu, Kelompok IA, diantaranya Rumah Ibadah, Rumah Yatim Piatu dan Panti Jompo.

Kedua Kelompok IB, diantaranya Rumah Sakit Pemerintah, Puskesmas dan tempat-tempat Layanan Pendidikan Sosial. Sedangkan ketiga, Kelompok IC seperti, pelanggan yang menempati Rumah Sangat Sederhana (RSS).

”Selain itu, PDAM juga menggratiskan beban biaya untuk pelanggan kelompok 1, selama penanganan Covid-19 berlangsung,” ujar Imas, Selasa (28/04/2020).

Menurutnya, bahwa PDAM juga memberikan kebijakan bagi pelanggan umum lainnya, yakni dengan memperpanjang batas waktu pembayaran (BWP) tagihan air bersih.

“Jadi, dengan kebijakan perpanjangan batas waktu pembayaran itu mulai berlaku untuk periode tagihan bulan Mei, Juni dan Juli 2020 dimana semula BWP adalah tanggal 20 setiap bulannya menjadi tanggal 29 atau satu hari sebelum tanggal akhir setiap bulannya,” tutur Imas.

Imas menambahkan, bahwa dengan masa berlaku tagihan bulan Mei, Juni dan Juli 2020 nantinya akan disesuaikan dengan masa tanggap Covid-19. “Selain itu juga, dengan besaran biaya tagihannya tidak lebih besar dari tagihan rekening pada bulan Januari 2020,” ucapnya (Radot. S)