KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Advertise Here

Jumat, 05 Juni 2020

Kompassindo

Jelang AKB, Kota Depok Akan Berlakukan PSKS


DEPOK-KOMPASSINDO
Jelang berakhirnya masa PSBB tahap 4, Wali Kota Depok Mohammad Idris meninjau langsung Masjid Baiturahman, Jalan Tole Iskandar Raya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (3/6).
Idris mengakui, saat ini Kota Depok masuk dalam zona kuning yang berarti kasus Covid-19 di Kota Depok masih tinggi. Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih menunggu perkembangan untuk diberlakukannya fase New Normal.
“Depok saat ini masih zona kuning yang sudah boleh memberlakukan new normal adalah daerah yang masuk dalam zona hijau,” jelas Idris.
Untuk itu, Idris menjabarkan, Kota Depok akan memberlakukan PSBB Proporsional atau Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) sebelum, adaptasi kebiasaan baru (AKB).
“Sampai saat ini masih ada 31 Kampung Siaga, mudah-mudahan berkurang sampai 20 besok, sehingga hari Jumat sudah bisa pemberlakuan New Normal atau adaptasi kebiasaan baru,” katanya.
Dalam masa PSKS, kegiatan keagamaan maupun ekonomi sudah dapat diberlakukan kembali dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) pusat.
“Hari Jumat (5/6), kita sudah bisa gunakan tempat ibadah maupun tempat yang melakukan kegiatan ekonomi dengan cara mengikuti protokol kesehatan dari pusat,” ungkap Idris.
“Kita boleh beribadah dengan jarak 1,5 meter dan diukur suhu tubuhnya, kalo untuk kegiatan ekonomi kita akan buka dengan 50% untuk pengunjung yang berati kalo ada 4 tempat duduk dalam suatu tempat makan yang boleh digunakan hanya 2 saja,” lanjut Idris menerangkan.
Dirinya menambahkan, akan ada sanksi berupa denda maupun sanksi sosial bagi pelanggar. “Pelanggarnya juga akan dikenakan sanksi dengan denda 50 Ribu Rupiah atau sanksi sosial,” singkat Idris. (Radot. S)

Kompassindo

Walikota Depok : PSBB Proporsional Bukan Berarti dapat Melakukan Aktifitas Secara Bebas


DEPOK-KOMPASSINDO
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah FORKOPIMDA menyepakati untuk mengusulkan PSBB Proporsional kepada Gubernur Jawa Barat selama 14 (empat belas) hari dari tanggal 5 Juni 2020 sampai dengan 19 Juni 2020.
Usulan tersebut dimuat dalam Surat Walikota Depok Nomor 443/273-Huk/GT Tanggal 3 Juni 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan PSBB Proporsional di Wilayah Kota Depok.
PSBB Proporsional bukan berarti kita dapat melakukan aktifitas secara bebas sehingga euporia, akan tetapi kita harus tetap melaksanakan protokol dengan konsisten dan penuh kedisiplinan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari”, papar Idris.
Walikota Depok Muhammad Idris menjelaskan Dalam PSBB Proporsional diberlakukan protokol sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Kabupaten/Kota Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). (Radot. S)

Kompassindo

Satpas Sim 1221 Pasar Segar Berikan Layanan prima Dan Terbaik


DEPOK-KOMPASSINDO
Setelah Pelayanan SIM Satpas 1221 Pasar Segar Satlantas Polrestro Depok dibuka. antusias masyarakat kota Depok dalam pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) membludak. Pelaksanaan pelayanan Satpas SIM pasgar tersebut menyusul berakhirnya masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Pemerintah Kota Depok pada 4 Juni 2020
Kasubnit Satpas SIM Pasar Segar Depok, Iptu Firdaus mengatakan berdasarkan perintah Kapolri sesuai ST/1537/V/Yan 1.1/2020, pelayanan SIM di induk Satpas Polres dibuka mulai Sabtu (30/5) kemarin.
“Setelah dibuka masyarakat begitu antusias sehingga sempat terjadi antrian panjang di tempat pendaftaran,” ujar Iptu Firdaus kepada awak media.”
Menurutnya demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pemohon SIM ,Satpas SIM 1221 Pasar Segar Depok selalu berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan dilaksanakan hingga malam hari disebabkan membludaknya pemohon yang ingin perpanjangan SIM dampak tertundanya pelayanan karena pandemi covid 19.
Namun demikian, kami melayani pemohon hingga selesai dengan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah yaitu pada saat pemohon mendaftar cek kesehatan dilakukan cek suhu menggunakan termo guns, jaga jarak minimal 1 meter tiap antrian, cuci tangan, wajib menggunakan masker dan hand sanitizer,“ katanya.
Selain itu lanjut Firdaus pihak Satpas juga menerjunkan 2 (dua) unit mobil SIM keliling untuk mempermudah serta mengantisipasi adanya kerumunan pemohon saat mendaftar.” Paparnya.
Ditempat yang sama ,salah satu pemohon SIM Muhamad Ramadhan mengapresiasi para petugas satpas SIM pasar Segar Depok yang telah maksimal dalam melayani masyarakat. “Saya merasa puas dengan pelayanan para petugas satpas ,walau agak ramai dan menunggu lama, saya tetap mengikuti semua proses pembuatan SIM dengan sabar” ungkap dia. (Radot. S)