KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Advertise Here

Rabu, 21 Agustus 2019

Kompassindo

Wacana Provinsi Bogor Raya, Sekda Depok Setuju Gabung DKI Jakarta Hingga Sindir Pulau Reklamasi


Sekda Kota Depok Hardiono ketika dijumpai di ruangannya, Rabu (21/8/2019).

DEPOK-KOMPASSINDO
Wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya, menuai tanggapan serta komentar dari berbagai kalangan mulai dari pejabat, pemimpin daerah, hingga masyarakat. Tak terkecuali dari kalangan pejabat dan pemimpin di Kota Depok, Jawa Barat, yang wilayahnya bersebelahan langsung dengan Kota Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono mengatakan, wacana Provinsi Bogor Raya tersebut perlu dilihat rencana tata ruang wilayah (RTRW) terlebih dahulu.
"Mungkin perlu dilihat tata ruangnya dulu. RT RW nya dari provinsi itu seperti apa, apakah sudah masuk didalam tata ruang Provinsi. Nah kalau misalnya belum ada harus masuk ditata ruang provinsi. Nah sudah barang tentu harus ada penyesuaian atau revisi kalau memang tidak sesuai," ujar Hardiono di Kantor Wali Kota Depok, Pancoran Mas, Rabu (21/8/2019).
Hardiono juga mengatakan, kajian terkait wacana tersebut juga perlu dibuat karena membuat sebuah daerah menjadi Provinsi tidaklah mudah.
"Dalam hal ini tidak bisa begitu saja dibuat atau diimplementasikan tentang provinsi karena tidak mudah," ungkapnya. Sebagai contoh, Hardiono menuturkan pembagian daerah Kabupaten Bogor antara Bogor Timur dan Bogor Barat yang belum selesai hingga saat ini.
"Salah satu contohnya adalah pembagian Bogor Kabupaten antara Bogor Timur dan Bogor Barat sampai saat ini saja belum selesai, urusannya panjang dengan DPRD nya, Kemendagri dan sebagainya, itu butuh pembahasan yang cukup panjang," ucap Hardiono.
Hardiono mengatakan, dirinya pribadi lebih cenderung Depok dijadikan daerah khusus dan menjadi bagian dari Ibu Kota DKI Jakarta, dibandingkan harus masuk ke Provinsi Bogor Raya yang sedang diwacanakan.
"Kalau Depok dilibatkan ke provinsi bogor Raya, saya justru cenderungnya depok ini jangan lagi masuk Provinsi Bogor Raya tapi masuk daerah khusus sebagai bagian dari Ibu Kota kalau secara pribadi," kata Hardiono.
Menurut Hardiono, Depok nantinya dimasukan sebagai sebuah opsi atau alternatif untuk perluasan Ibu Kota.
"Jadi nantinya DKI tidak berdiri sendiri, ketimbang harus bangun reklamasi karena kekurangan lahan, lebih baik cari lahan baru yang memang betul-betul ada di darat, kemudian dilakukan kajian, RTRW nya, selanjutnya bisa dibahas nasional, provinsi, hingga kabupaten," ujarnya. (RS)


Kompassindo

Dishub Depok Akan Terapkan Contraflow di Jalan Arif Rahman Hakim


Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Depok, Jawa Barat akan diberlakukan sistem contraflow.

DEPOK-KOMPASSINDO
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok Jawa Barat akan melakukan uji coba sistem contraflow atau melawan arah di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH) pada Sabtu, (30/ 8/2019). Diketahui, Jalan Arif Rahman Hakim yang biasanya berlaku dua arah akan  dibuat satu arah  untuk mengurangi volume kendaraan pada Jalan Dewi Sartika.
“Sistem Satu Arah (SSA) yang biasanya dilakukan pukul 15.00 -22. 00 WIB akan diubah menjadi contraflow sepanjang hari,” ujar Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana kepada Suara.com pada Rabu (21/08/2019).
Dadang menjelaskan, rekayasa lalu lintas dibuat karena melihat waktu jeda kereta api saat melintas di Jalan Dewi Sartika yang semakin singkat yakni, kurang lebih empat menit. Akibatnya, antrean kendaraan menjadi sangat panjang.
"Biasanya dari pertigaan Ramanda menuju Jalan Arif Rahman Hakim dua jalur satu arah. Ke depan akan satu jalur saja yang digunakan, satu jalurnya lagi akan di contra flow," ucapnya.
Dengan begitu, sambung Dadang, Jalan Arif Rahman Hakim akan menjadi tiga jalur ke arah barat.
“Tiga jalur tersebut berlokasi di putaran Bank BNI Arif Rahman Hakim, sehingga pengendara dapat berpindah jalur untuk menuju ke Jalan Nusantara Raya,” jelasnya.
Dadang mengatakan, rekayasa  contraflow sudah dikaji dan sudah dibahas dengan intansi terkait termasuk BPTJ dan Polresta Depok. Tak hanya itu, akan ada petugas di Jalan Arif Rahman Hakim selama dilakukan ujicoba
"Setiap kebijakan pemerintah bertujuan kebaikan, tentunya sudah memperhitungkan aspek teknis dan sosial," katanya. (RS)



Minggu, 18 Agustus 2019

Kompassindo

Pemanen TBS Dan Pemetik Teh,Raih Penghargaan PTPN IV



Medan-Sumut-Kompassindo

Tidak hanya memberikan penghargaan kepada karyawan dengan masa kerja tidak putus atau Jubularis dan bantuan, PTPN IV juga tidak luput untuk memperhatikan kinerja para permanen TBS dan Pemetik teh. Hal ini di buktikan dengan  diberikannya penghargaan kepada 99 orang pemanen kelapa sawit dan pemetik teh terbaik yang berasal dari 31 kebun masing-masing berupa sertifikat dan uang tunai. 

Penghargaan diberikan langsung oleh Plt. Direktur Utama PTPN IV Umar Affandi, didampingi Direktur Operasional Rediman Silalahi dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, di lapangan golf PTPN IV Kebun Pabatu, seusai upacara peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Padang Golf PTPN IV Kebun 


Pabatu Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu 17/8/2019.

Hadir dari Kementerian BUMN Kepala biro Perencanaan, SDM, dan Organisasi Ony Suprihartono, Kepala Bagian Organisasi dan Reformasi Birokrasi Muhammad Rizal Kamal, dari PT Kawasan Industri Medan (Persero) Direktur Keuangan, SDM dan Umum Adler Manarissan Siahaan serta Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Alfan Rianto.

Juga hadir Direktur Anak Perusahaan PT Medica Nusantara Abdul Majid, sedangkan dari Pemangku Jabatan Puncak PTPN IV hadir Kepala Bagian, Wakil Kepala Bagian, Project Manajer dan General Manajer Distrik I s/d IV, muspika Serdang Bedagei, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Pemanen terbaik 1 menerima uang sebesar Rp5.000.000,-, terbaik 2 menerima uang sejumlah Rp.3.000.000,- terbaik 3 menerima uang sebesar Rp2.000.000,- dan diucapkan selamat atas prestasi terbaik serta pertahankan bahkan tingkatkan atau tularkan prestasi ini kepada karyawan pemanen lain, sebut Plt. Direktur Utama PTPN IV Umar Affandi.

Kriteria Karyawan Pemanen Kelapa Sawit dan Pemetik Teh Penerima Penghargaan yaitu mulai dari Kapasitas, Disiplin, Mutu Panen/Petik, Prilaku dan Loyalitas masing-masing karyawan.

Salah satu pemanen TBS Jamaludin Karyawan Afdeling IV PTPN IV Kebun Balimbingan, dengan kapasitas panen sebanyak 5,7 ton TBS per hari. Dan  Sukiman Karyawan Afdeling II PTPN IV Kebun Tobasari, dengan kapasitas petik sebanyak 325 kg Daun Teh Basah per hari. (R.A-Tim)