Halaman

Kamis, 31 Januari 2019

Saneman Simanjuntak

Bawaslu Sidak Gudang KPU Depok

Pimpinan Bawaslu Jabar (kanan) saat menjelaskan pemaparan terkait kondisi gudang dari Ketua KPU Depok
Depok-Kompassindo

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat melakukan pemantauan dan mengecek kesiapan pengelolaan logistik pemilu di Gudang KPU Depok yang beralamat di Kubik Logistics Jalan Tugu Raya Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Perhelatan pesta demokrasi yang tinggal 77 hari menuju 17 April 2019, dirasa perlu oleh Bawaslu untuk memantau kesiapan tersebut.

Pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Barat yang juga selaku Koordinator Divisi Pengawasan, Zaki Hilmi mengatakan, kegiatan kunjungan yang dilaksanakan adalah bagian dari upaya Bawaslu ingin memastikan kesiapan pengelolaan logistik yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat.

“Dalam pantauan kami, untuk gudang KPU Kota Depok ini sudah bagus, representatif, tidak bocor dan sangat memadai untuk gudang logistik pemilu. Logistik yang sudah tersedia juga lumayan lengkap, walaupun masih ada yang kurang, tapi memang kemudian kekurangan logistik ini adalah ranah dari KPU RI untuk melengkapinya,” ujarnya, Rabu (30/1).

Ia berharap, KPU Kota Depok tetap bekerja dengan teliti dan cermat dalam pengelolaan logistik pemilu.

“Hal ini agar betul-betul dipastikan jumlahnya, jangan sampai ada terjadi kendala dalam pelaksanaan pemilu 2019 mendatang,” paparnya.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan logistik pemilu merupakan salah satu instrumen tahapan dalam pemilu yang tidak boleh dianggap remeh. Pemilu sejatinya adalah kontestasi demokrasi, mencari dan memilih pemimpin dengan mekanisme pemberian hak suara oleh para pemilih.

“Mekanisme memilih ini terekam dan teradministrasikan melalui logistik. Jadi, logistik pemilu memiliki peran yang penting dalam suksesi kontestasi kepemimpinan lima tahunan sekali disamping instrumen tahapan yang lain,” tandasnya.

Salah satu bentuk kesuksesan dari pelaksanaan pemilu tahun 2019 adalah terkelolanya logistik pemilu dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bawaslu yang telah menyempatkan diri untuk datang berkunjung ke gudang kami. Hal ini mengingat saat ini kami memang sudah menempati dan menggunakan gudang yang baru di tempat ini, semakin banyak pihak tahu lokasinya semakin baik, mengingat gudang yang lama yang berlokasi di Jalan Yukawi Sukamaju sudah tidak memadai dan akan sangat tidak dapat menampung logistik kebutuhan pemilu 2019 mendatang,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena kapasitas gudang yang lama sudah tidak memadai untuk menampung logistik yang akan dibutuhkan, maka pihaknya berfikir keras agar persoalan itu bisa diatasi.

“Kemudian kami mengajukan permohonan kepada KPU RI untuk mengalokasikan dana dalam rangka mewujudkan gudang sewaan yang hari ini kami gunakan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu Nana juga menyampaikan bahwa saat ini logistik pemilu yang sudah masuk gudang KPU Kota Depok adalah kotak suara dan bilik suara.

“Lain-lain yang belum itu tinggal surat suara dan formulir-formulir. Kami berharap hal tersebut dapat sampai di gudang tepat waktunya,” katanya.

Pengelolaan logistik pemilu, sambungnya, bukanlah urusan sederhana. Logistik pemilu, kata dia, harus dikelola dengan baik.

“Mulai dari pengadministrasian, pengadaan, pengelolaan, pendistribusian sampai dengan kembali lagi ke gudang dan pemeliharaan. Logistik pemilu harus betul-betul dilakukan dikelola secara baik, agar jangan sampai persoalan-persoalan dijumpai kemudian hari,” pungkasnya. (RS)

Subscribe to this Blog via Email :