KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Kamis, 17 Januari 2019

Kompassindo

Ombudsman Dalami Permintaan Uang Sumbangan Di SMAN 5



Palembang, Kompassindo

Kepala Sekolah SMAN 5 dipanggil Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumsel terkait uang sumbangan sarana yang diminta kepada orang tua siswa. Pemanggilan ini dilakukan terkait besaran sumbangan sarana yang diminta kepada orang tua siswa Rp 7,5 juta.  



Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumsel  M Adrian mengatakan,  pihknya hari ini mengumpulkan keterangan awal terkait kebutuhan uang sarana di SMAN 5 Palembang. " Kita minta klarifkasi sekolah dan komite.  Hasilnya nanti,  ini kita buat berita acara.  Nanti akan dirangkai dan jadi laporan.  Nanti hasilnya kami sampaikan ke sekolah dan komite," ujarnya. 



Lebih lanjut Adrian menjelaskan, pihaknya akan menggali data serinci mungkin terkait munculnya angka uang sarana tersebut.  "Dari mana awal munculnya angka uang sarana,  prosesnya,  apakah ada yang bekeratan.  Apakah diknas melegalkan. Kami akan dalami apakah ini pungutan atau masih dalam kategori sumbangan.  Kita kroscek lagi dengan pihak lain yakni diknas," terangnya. 



Adrian menerangkan, ada sedikit perbedaan persepsi antara Diknas dan SMAN 5 terkait sumbangan kepada siswa. 


"Kami dalami selebaran yang viral.  Umumnya keuangan SMA itu tidak bersumber dari satu anggaran.  Yakni berasal dari BOS.  Program Sekolah Gratis dan komite.  


"Yang dipermasalahkan sumber di SMAN  5 ini yakni dari komite. Peran dari diknas minim.  Diusahakan komite berdasarkan kebutuhan sekolah pertahun.  Kemudian dibahas komite dan mencari dananya.  


Jangan sampai sekolah berurusan dengan hukum.  Apakah yang memungut pihak yang mempunyai kewenangan meminta sumbangan atau tidak. Siang ini kita panggil komite.  Senen nanti kita panggil Diknas.  Komite kita minta keterangan.  Jangan sampai ini menjadi bola liar apakah ini pungli atau bukan," tandasnya.  



Sementara itu,  Wakil Kepsek SMA 5 Made Suarsana mengungkapkan,  pihaknya belum bisa memberikan keterangan.  "Mohon maaf keterangan kami sudah diberikan ke Ombudsman.  Soal belum adanya persetujuan dari Disdik terkait sumbangan ini,  akan kami koordinasikan lebih lanjut ke pimpinan kami yakni Disdik, " pungkasnya.  (fadel) 


Subscribe to this Blog via Email :