KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Kamis, 17 Januari 2019

Kompassindo

Poldasu Ringkus Tiga Tersangka Pemalsu Surat Tanah Grand Sultan



Medan-Sumut

Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengungkap kasus pemalsuan Surat Keterangan Tanah Grant Sultan yang dikeluarkan Balai Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan.,berikut meringkus  3 tersangka ,yakni berinisial A (53) ,T.A(57) dan seorang wanita berinisial T.I (60).
Dalam kompresi pers yang diadakan Rabu (26/12) di Mapolda, Kapolda Sumut Irjen pol Agus Andrianto SIK MH, menyebutkan, ke 3 pelaku telah ditangkap dan ditahan sejak Oktober bulan lalu. “Proses penyidikannya hampir rampung jika selesai nanti akan segara dilimpahkan ke Kejari Medan,” kata Irjenpol Agus.

Kasus pemalsuan surat di Medan itu diproses setelah adanya laporan dari Harjral Aswad Bauty. Akibat pemalsuan surat yang dilakukan tersangka , yang menjadi korban adalah Kantor BPN Kota Medan. “ Dari 8 orang saksi yang diperiksa dan diberkas kesaksiannya, diketahui tersangka inisial A yang berprofesi sebagai advokat melakukan tindakan merubah isi surat kepala Kantor Badan Pertanahan Kota Medan Nomor:589/12.71-300/VI/2016, tanggal 15 juni 2016, dengan isi “Grand Sultan No. 254, 255, 256, 258 dan 259 belum dapat kami tindak lanjuti, diubah menjadi bahwa Grand Sultan No.254,255,256,258, dan 259 memang telah terdaftar pada kantor pertanahan Kota Medan,”
Sambung Kapolda,  Tersangka inisial “T.A” memberikan keterangan dalam surat kuasa terkait Grand Sultan No. 254 dan 258 namun tidak pernah melihat asli pisik Grand Sultan. Sama halnya yang dialami tersangka inisial “TI” memberikan keterangan dalam suarat kuasa terkait Grand Sultan No. 254 dan 258 namun tidak pernah melihat asli fisik Grand Sultan. 
Surat palsu ini oleh ke 3 tersangka akan digunakan sebagai bahan bagi mereka untuk mengajukan gugatan perkara perdata tanah di Tanjung Mulia Hilir. Namun sebelum mereka berhasil mengunakan surat palsu itu, keburu diketahui BPN sehingga BPN melaporkan kepada pihak berwajib.
Kapolda mengatakan, ketiga tersangka dikenakan pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHPidana tentang pemalsuan surat. (RA)


Subscribe to this Blog via Email :