KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Selasa, 26 Februari 2019

Kompassindo

PN Depok Gelar Sidang Lanjutan Penyalahgunaan Narkotika Mahasiswa UI



DEPOK-Kompassindo
Pengadilan Negeri (PN) Depok kembali menggelar sidang lanjutan dengan Nomor Perkara 60/Pid.Sus/2019/PN Depok atas nama Varen Try Syahyantio alias Varen yang adalah seorang Mahasiswa UI Depok dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Senin (25/2/2019).

Varen sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putri Dwi Astrini dijerat dengan Dakwaan Alternatif yaitu Pertama, Pasal 111 Ayat (1) atau Kedua, Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam pembacaan dakwaan, JPU menyebutkan, Varen ditangkap Minggu (23/9/2018) sekira pukul 01.30 wib di area taman paying vokasi Kampus UI oleh Polsek Beji dan Satpam Kampus UI karena kedapatan dua paket ganja kering yang disimpan dalam bungkus rokok.

Dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa, hal itu diakui. Barang haram dua paket ganja tersebut diperoleh Varen dengan cara membeli dari Heri alias Melki (DPO) seharga Rp 50 Ribu, Jumat (21/9/2018) sekira pukul 21.00 wib di Jalan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

“Saya beli dua paket ganja itu seharga Rp 50 Ribu dari Melki di Tangerang untuk saya pakai sendiri untuk menghilangkan stres melakukan tugas kuliah. Saya pakai ganja sejak Juli 2018 dan tertangkap September 2018. Jadi baru tiga bulan saya pakai ganja,” ujar terdakwa saat ditanya JPU Rozi Julianto yang menggantikan JPU Putri Dwi Astrini.

Varen juga mengakui, dirinya ditangkap karena diberhentikan di taman payung vokasi Kampus UI oleh Saksi Sudarto, Anggota Kepolisian Polsek Beji bersama Saksi Lilik Setiawan, Saksi Ahmad Sopian dan Saksi Bukori yang ketiganya Satpam Kampus UI.

Saat ditangkap, Varen menerangkan, dilakukan penggeledahan pada badan/pakaian yang ia kenakan lalu ditemukan barang bukti berupa satu bungkus rokok merk Surya Profesional Mild yang di dalamnya terdapat dua bungkus plastik klip bening yang masing-masing berisikan bahan/daun yang disimpan di dalam kantong celana bagian depan sebelah kanan dengan berat netto seluruhnya 2,3607 gram.

“Dua paket itu adalah bener kepunyaan saya yang tidak memiliki izin dari pihak berwenang. Saya juga menyadari kalau ganja itu jenis Narkotika yang dilarang. Saya mengaku menyesal dan tidak akan mengulanginya kembali,” imbuh terdakwa.

Majelis Hakim yang dipimpin Sobandi dengan anggota Eko Julianto dan Nugraha Medica Prakarsa menunda sidang yang akan dilanjutkan pekan depan dalam agenda sidang pembacaan tuntutan.

“Dalam pemeriksaan terdakwa sudah cukup. Oleh karena itu sidang ditunda untuk memberikan kesempatan kepada Penuntut Umum untuk menyiapkan tuntutan terhadap terdakwa. Sidang ditunda pekan depan untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari Jaksa,” tutur Sobandi. (RS)

Subscribe to this Blog via Email :