KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Jumat, 01 Februari 2019

Kompassindo

Terkait Kasus Alih Fungsi Hutan Dilangkat,Penegak Hukum Diminta Jangan Tebang Pilih


Medan –Kompassindo
Wagubsu Musa Rajekshah menanggapi terkait adiknya, Musa Idishah alias Dody sebagai tersangka,Musa Rajekshah mengatakan,ini adalah cerita perusahaan,bukan keluarga dan menyarankan agar penegak hukum bersifat adil, karena bukan hanya PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) saja yang berada di kawasan tersebut,"semua ada aturan hukumnya,kalau memang seperti itu,di lokasi banyak kebun, gak hanya PT ALAM saja, banyak juga masyarakat,kalau memang mau diberlakukan secara hukum ya meratalah semua,kenapa satu perusahaan saja,"coba tanyakan Dinas Kehutanan saja.

Musa juga menjelaskan bahwa saat ini dirinya tidak memiliki jabatan apapun di PT ALAM,sebelumnya memang dia disebut sebagai Direktur Utama PT ALAM. "Saat ini sudah tidak,saya sudah jadi pejabat,lupa saya kapan terakhir menjabat di PT ALAM," ucapnya,terkait sudah keluarnya pemanggilan terhadap dirinya oleh Polda Sumut belum lama ini,Musa tak berkomentar banyak,Ia hanya mengatakan,"belum (terima panggilan), sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

Terpisah Kepala Bidang Penatagunaan Hutan Dinas Kehutanan Sumut, Effendi Pane mengakui,kawasan tersebut terdapat beberapa titik yang masuk areal Hutan Produksi Terbatas (HPT),kami memang gak tahu persis, karena kami tidak punya peta perusahaan tersebut,tetapi bersama pihak Poldasu kemarin kami sudah pernah turun ke lapangan untuk mengambil titik-titiknya,dari hasil tersebut  kawasan itu masuk area Hutan Produksi Terbatas,selain PT ALAM yang dikelola Dodi, pihaknya mengungkapkan bahwa areal di sana yang masuk kawasan hutan perbatasan juga ada digarap kelompok masyarakat,jelasnya.

Sebelumnya diketahui dugaan kasus alih fungsi lahan PT ALAM ini mencuat,diakui Pane bahwa pihaknya ada diminta Polda Sumut untuk sama-sama melakukan peninjauan,kami didampingi Subdit Tipiter Poldasu waktu itu,hasil temuan kita dan tim di lapangan serta berdasarkan informasi yang diperoleh, tidak hanya PT ALAM saja yang berada pada kawasan hutan produksi terbatas tersebut. Masyarakat juga ikut menggarap," pungkasnya.

Pemerhati lingkungan hidup Ray Pumbuda Polman serta pejabat di Dinas Kehutanan Provinsi Sumut (Dishutsu),menyebutkan salah satu modus pengalihan fungsi hutan tersebut adalah dengan aktivitas menjadikan semacam areal penampungan atau lokasi pemukiman sementara bagi para pengungsi dan pendatang semacam imigran,yang kemudian digalang bercocok tanam untuk memperoleh penghasilan sehari-hari,"kalau tak salah lokasi atau areal hutan lindung yang dijadikan atau dialih-fungsikan menjadi kebun sawit milik PT ALAM di Langkat itu adalah lokasi yang semula dimanfaatkan untuk penampungan sementara sebagian pengungsi dari Aceh belasan tahun lalu, dan juga warga pendatang dari daerah lainnya.

kebijakan ketika itu didukung pejabat teras di daerah ini, dan kemudian berkembang dengan aktivitas mata pencaharian masyarakat yang jadi penduduk setempat, berarti sudah lama kasusnya,tapi baguslah kalau sekarang sudah terungkap dan mulai diusut secara hukum, bahkan sudah ditetapkan siapa tersangkanya walau kemarin belum ditahan,kita sokong terus para penegak hukum untuk mengusut itu," paparnya (RA).


Subscribe to this Blog via Email :