KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Senin, 25 Maret 2019

Kompassindo

Disdik Sumsel Gelar Inspeksi Ujian Nasional Berbasis Komputer




Nilai UN Jadi Penentu Masa Depan Siswa 
Palembang, Kompassindo - Jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar Inspeksi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).


Inspeksi UNBK kali ini dilakukan di SMK Negeri  Soak Tapeh dan SMK Muhammaduyah Kabupaten Banyuasin, Senin (25/03/2019).


Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Propinsi Sumatera Selatan Lukman Anshari mengatakan, kegiatan UNBK yang saat ini tengah berjalan, seperti di SMK Negeri Soak Tapeh Kabupaten Banyuasin, itu sudah sesuai dengan rencana.


"Alhamdulillah semuanya bisa mengikuti UNBK dan penyelenggaraannya tepat waktu termasuk juga untuk fasilitas seperti Komputer tidak ada kendala," katanya usai menghadiri acara Inspeksi UNBK SMK Negeri Soak Tapeh Banyuasin. Senin (25/3)


Dengan begitu, kedepan bisa menghasilkan yang terbaik bagi kabupaten Banyuasin.


Tapi, di sela saat UNBK berlangsung, dari hasil wawacara dengan beberapa siswa. Menurut, siswa meski dalam UNBK lebih banyak teori dibanding praktek, tapi berhasil di jawab dengan baik, bebernya.


Ditanya, apakah ada kendala saat mengikuti UNBK. Menurutnya, tidak ada kendala, semua berjalan baik dan lancar karena siswa datang dengan tepat waktu.


Dimana, yang ikut dalm UNBK saat ini sebanyak 137 orang. Sedangkan di SMK Muhammadiyah Banyuasin lebih kurang ada sekitar 57 orang,"tegasnya.



Selain itu, di tempat yang berbeda, Kepala SMKN 3 Dra Hj Hernawati mengungkapkan, meminta agar siswa fokus mengikuti UNBK agar meraih nilai tinggi karena sebagai penentu masa depan siswa untuk bekerja dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. 


"Alhamdulilah tahun ini yang ikuti UNBK berjumlah 415 siswa. Teridiri dari  5 jurusan yakni 150 siswa Jurusan Akutansi, 132 siswa Administrasi Perkantoran , 36 siswa jurusan Pemasaran,  33 jurusan Usaha Perjalanan Wisata dan 64 siswa Perhotelan.  UNBK dibagi 3 sesi dengan 160 komputer dan 6 server,"ujar hernawati.



"Pelaksanaan UNBK 4 hari. Yakni hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika dan hari keempat teori kompetensi," ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/3/2019).



Ketika ditanya kendala pada pelaksanaan hari pertama, Hernawati menuturkan, Alhamdulilah tidak ada kendala. Pasalnya sebelum pelaksanaan UNBK, pihaknya sudah mempersiapkan saran dan prasarana sesuai juknis yakni komputer, server dan genset 40 ribu kva.

"Kita sudah melakukan sosialisasi ke siswa,  orang tua siswa, komite dan guru.
Selain itu, kita juga sudah memberikan latihan soal, doa bersama, simulasi 2 kali dan melakukan geladi bersih," tuturnya.

Hernawati berharap, siswa sukses dalam mengikuti UNBK ini. "Kita doakan siswa sehat selama mengikuti UNBK. Memang UN tidak menentukan kelulusan, tapi menentukan masa depan, misalnya melanjutkan kuliah serta untuk melamar pekerjaan," bebernya.



Salah seorang siswa Nabila menuturkan, ujian Bahasa Indonesia, tidak susah. "Harapan saya apapun yang dipelajari disekolah masuk semua. Karena takut dapat nilai kecil," kata siswa Jurusan Pariwisata.  (fadel)


Subscribe to this Blog via Email :