KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Kamis, 21 Maret 2019

Kompassindo

Pradi: Radikalisme Tidak Boleh Tumbuh di Kota Depok



Depok-Kompassindo
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Polres Depok yang mengangkat tema “Peran Serta Potensi Masyarakat Dalam Memerangi Hoax dan Radikalisme Agar Tercipta Pemilu 2019 Yang Aman, Damai & Sejuk di Wilayah Kota Depok”. FGD berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa (19/3).

Pradi yang hadir mewakili Wali Kota Depok, menyambut baik pertemuan pertemuan tersebut dan berharap masyarakat dapat memperoleh berita-berita yang benar. Menurutnya, dalam konteks radikalisme kita sepakat tidak ada satu agama pun setuju adanya radikalisme. “Itu kita perangi, tidak boleh tumbuh di Kota Depok,” tegasnya.

“Dalam rangka pemilihan umum di bulan April kita harus menjaga agar pemilu di Depok aman, nyaman, dan menyejukkan,” imbuhnya. Pradi juga berharap agar setelah pertemuan ini disebarkan ke masyarakat, khususnya yang ada di lingkungan kita, agar permasalahan bisa diketahui sedini mungkin dan tidak melebar jauh.

Sementara Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menjelaskan alasan mengangkat tema tersebut berdasarkan berita-berita hoaks, baik melalui media konvensional atau media sosial, nasional maupun internasional.

Menurut Kapolresta Depok, masyarakat perlu diberi pemahaman jangan sampai ketika berita diterima mempunyai efek opini atau pemahaman yang salah. “Fenomena yang ada di masyarakat selalu diteruskan melalui group. Makanya sekarang kalau ada berita kurang benar yang disebarkan akan kena konsekuensi dengan Undang-Undang ITE,” jelas Didik.

“Indonesia adalah negara yang multisukubangsa, multietnis, dan multiagama. Tugas kita adalah harus memberi pandangan kepada masyarakat agar nilai kebangsaan wajib kita junjung tinggi,” pungkasnya. (RS)


Subscribe to this Blog via Email :