KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Senin, 25 Maret 2019

Kompassindo

Wagubsu Hadiri Deklarasi Anti Hoax Dan Kekerasan Kementrian Agama



Deli Serdang Sumut-Kompassindo - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengapresiasi deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan yang diinisiasi oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Hoax atau berita bohong dapat menjadi fitnah yang bisa memecah belah bangsa,hal itu disampaikannya pada acara menyambut hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) ke- 73 dengan menggelar Deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan, di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Senin (25/3).
“Saya ucapkan selamat kepada Kementerian Agama Sumut yang sudah melakukan deklarasi anti hoax dan anti kekerasan ini,tentunya hal seperti ini akan mewujudkan Sumut yang aman dan bebas dari isu-isu berkaitan dengan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) serta ujaran kebencian.
Insya Allah, dengan kesepakatan dan kebulatan tekat kita semua, Sumut akan terjaga dan terhindar dari berita hoax dan kekerasan,Pemerintah  berkeinginan agar Sumut senantiasa kondusif,aman,maju dan bermartabat,"mari kita tingkatkan kewaspadaan, ketelitian dan harus menelusuri betul setiap informasi yang didapat,apabila kita mudah percaya dan ternyata itu berita hoax, berarti kita telah menjadi korban dan tidak saja merugikan diri sendiri tapi juga orang lain,”jelas wagubsu.
Hal senada juga disampaikan H Iwan Zulahami Kepala Wilayah Kementerian Agama Sumut,"hoax jika ditinjau dalam prespektif agama,dalam sejarah agama Islam telah disebutkan menjadi penyebab pertama guncangan besar bagi tatatan ke Islaman yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
Hal itu terjadi saat terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan yang kemudian disebut sebagai peristiwa Al Fitnah Al Kubra (Fitnah Besar),saat itu Umat Islam saling menebar berita bohong tentang pembunuhan Khalifah Utsman untuk kepentingan politik sehingga terjadi perpecahan dalam sejarah Islam yang bermuara pada peperangan antara Ali dan Muawiyah.
Kemudian lahirlah sekte-sekte dalam Islam,tidak aneh jika Sayidina Ali kemudian menasehati umat Islam agar jangan mau berada dalam kekacauan tersebut lantaran terprovokasi berita bohong (Hoax).
Oleh karena itulah Kakanwil Kementerian Agama Sumut menjelaskan, kondisi saat ini terutama menjelang Pemilu tanggal 17 April 2019, banyak ditemui di media sosial berita hoax dan ujaran kebencian yang tidak bertanggungjawab.
“Mari kita bersama siswa madrasah se- Sumatera Utara,bersatu menolak hoax dan ujaran kebencian serta fitnah dengan dalih apapun,kita menginginkan Pemilu berjalan damai, jujur dan adil (Jurdil),jelasnya.
Kegiatan yang diikuti 17.419 siswa madrasah tingkat Tsanawiyah dan Aliyah,tercatat dalam rekor MURI sebagai deklarasi anti hoax yang diikuti oleh jumlah siswa madrasah terbanyak.
Hadir pada acara tersebut Duta Besar Maroko dan Republik Islam Maukitania, Drs H Hasrul Azwar, Anggota DPRD Sumut, H Yulizar Parlaguhat Lubis, Ketua Majelis Zikir Al Zikra Sumut KH Amiruddin MS, Ketua FKUB Sumut, Maratua Simanjutak, Wakil Ketua MUI Sumut, Dr H Abdul Hamid Ritonga, Komisioner KPU Sumut, Mulia Banurea S.Ag. MSi dan Kakan Kemenang Kab/kota se Sumut,(R.A).


Subscribe to this Blog via Email :