KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Senin, 01 April 2019

Kompassindo

Kepala Unit Pengelola Musium Bahari Melepas Ekspedisi 100 Pelajar Dan Mahasiswa.



Jakarta-Kompassindo

Jumlah  pengunjung Museum Bahari di Jl Pasar Ikan, Kota Tua, Jakarta tahun 2018 menurun. Namun seiring dengan  berbagai upaya  kerjasama  yang melibatkan berbagai pihak yang dilakukan oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian, tahun 2019 ini.

"Saya sangat optimis  jumlah pengunjung Museum Bahari ini, akan kembali meningkat." Demikian disampaikan oleh Kepala UP Museum Kebaharian Disparbud DKI Jakarta H Husnison Nizar usai melepas 100  pelajar dan mahasiswa  Jakarta dan sekitarnya dalam mengikuti kegiatan Ekspedisi ke  Situs Marunda di Museum Bahari di Jl Pasar Ikan nomor 1, Penjaringan, Kota Tua Jakarta, Sabtu (30/3/19).


"Makanya saya harapkan adik adik pelajar dan saudara -saudara peserta ekspedisi Marunda ini  menjadi corong keberadaan situs sejarah dan destinasi wisata untuk dapat diketahui dan dikunjungi masyarakat lebih luas," ujar Husnison Nizar.

Hadir saat itu Kasatpel Museum Bahari Ahmad Surya,  Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi Eko Hartoyo selaku pimpinan Ekspedisi Situs Marunda, serta para peserta termasuk para alumni jurusan Arkeologi dan Sejarah UI yang dikordinir Aziz Burhanudin.

Para peserta ini berasal dari UI, UNJ, UIN, Universitas Gunadarma, dan pelajar SMPN 231 Semper Jakarta Utara.
Menurut Husnison, partisipasi peserta ekspedisi Marunda dalam  mengenalkan destinasi wisata kebaharian dapat dilakukan  dengan mengunggah foto-foto kunjungan ekspedisi tersebut ke media sosial  dan komunitasnya masing masing. Bisa juga dijadikan foto- foto hasil kunjungannya itu diunggah ke  instagram dan status face book.

Kemudian kepada wartawan, Husnison mengungkapkan, selama tahun 2017 jumlah pengunjung Museum Bahari  mencapai 35.640 orang wisatawan termasuk 4.454 orang wisatawan macanegara.

Namun tahun 2018 menurun 17 % lebih  tinggal 29.483 orang, termasuk 4.936 orang wisman. Sebab itu kini sedang diupayakan peningkatan minat wisatawan untuk berkunjung ke museum dengan bangunan gudang VOC dari abad 17 dan  18  serta  Menara Syahbandar tahun 1839  itu.

Nyatanya tahun 2019 ini  terlihat jumlah pengunjungnya mulai meningkat.
Ditunjukkan data periode Januari -Maret 2017 pengunjung  8.600 orang, Tahun 2018 dalam periode yang sama  turun menjadi  6.675 orang. Namun Tahun 2019 meningkat menjadi 8.431 orang. Semua itu termasuk wisatawan mancanegara (wisman) yang fluktuatif tiap bulannya  antara 7% sampai 40 %.
Contoh bulan Agustus 2018 dari 2.175 orang pengunjung 742 orang di antaranya wisman.


"Untuk meningkatkan minat wisatawan datang kemari kami menempuh strategi pemanfaatan media. Baik itu media sosial, instagram, face book, maupun media cetak dan elektronik," kata Pak Sonni, panggilan  akrab Husnison.


Di samping itu pihaknya juga berkoordinasi dengan komunitas pecinta cagar budaya dan pecinta semangat kebaharian serta assosiasi travel agency dan perhotelan. " Kini bus Trans Jakarta  juga sudah membuka trayek Kota Tua dari BNI 46 ke Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa lewat UBM sampai Gedung Panjang, Busnya nomor 12E, "ungkapnya


Rombongan Ekspedisi Situs Marunda setelah mendapat pengarahan Kepala UP Museum Kebaharian, meninjau ruang pamer museum tersebut dengan mendapat penjelasan dari Isa Anshori, sejarawan. Mereka juga meninjau perpustakaan dan Ruang Diorama Kebaharian Dunia.

Kasatpel Museum Bahari Ahmad Surya menjelaskan pengunjung yang perlu informasi kebaharian dapat membaca buku di perpustakaan yang memililki ribuan buku dari 637 judul.

Usai berkeliling Museum Bahari yang dulunya Gudang Rempah-rempah VOC yang dibangun abad 17 dan 18 itu, rombongan berangkat dengan 2 bus pariwisata ke Situs Marunda.
Di Rumah Pitung rombongan yang dipimpin Eko Hartoyo itu disambut Kasatpel Rumah Si Pitung Agus Ariyanto  dengan adegan budaya Betawi  Palang Pintu berupa dialog dengan berpantun dan beberapa jurus  pencak silat.


Di lantai rumah panggung Pitung  itu rombongan yang dibagi beberapa kelompok itu disuguhkan tarian budaya Betawi. Sebagian lagi ke pantai Marunda untuk melakukan aksi kebersihan sebelum ke Masjid Al Alam Si Pitung yang dibangun pertama abad 17.

Ketika Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 masjid tersebut selamat dari sapuan gelombang tsunami. Lalu para rombongan ekspedisi diterima oleh Kusnadi selaku pengurus masjid Al-Alam Si Pitung.


Sementara itu Rombongan lainnya lagi meninjau kerajinan Batik Marunda di Rusunawa Marunda blok A 10.
Peserta Ekspedisi Situs Marunda tersebut  selanjutnya kembali ke Museum Bahari setelah solat Ashar dan disuguhkan Lenong Seni Budaya Betawi cerita Si Pitung.


"Namun sayang terhabat oleh waktu, karena kondisi saat itu jalan macet hampir jam 19.00 Wib. rombongan Ekspedisi tersebut baru b isa sampai ke Museum Bahari lagi."pungkasnya."(Alam )


Subscribe to this Blog via Email :