KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Senin, 27 Mei 2019

Kompassindo

Usai Pemilu Serentak 2019, Indonesia JOSS Ajak Masyarakat Bersatu



JAKARTA – Kompassindo
Alhamdulillah pelaksanaan pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 sudah selesai berlangsung damai dan lancar, maka sudah tidak ada lagi 01 dan 02 yang ada sekarang kita menjadi 03 adalah menyatukan visi dan misi sesama anak bangsa agar negara kita tercinta ini aman dan damai. Karena Hubbulwathon minal Iman yang artinya "Cinta Tanah Air sebagian daripada Iman."

Oleh karena itu kita berkumpul bersama-sama di acara berbuka puasa dan santunan kepada 250 Anak Yatim sekaligus Tasyakuran bersama Indonesia JOSS ( Jokowi Sahabat Santri ) atas kemenangan bapak Ir.H. Joko Widodo dan bapak KH. Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.

"Jadi inilah yang harus betul-betul kita pegang, kita sisihkan perselisihan paham dan ketegangan karena pemilu sudah selesai,kita minta yang terbaik kepada Allah SWT," demikian disampaikan Dewan Pembina Indonesia JOSS,  Habib Abu Djibril Basyaiban, usai Tasyakuran Potong Tumpeng di Kediaman Bapak Akhid Sibli Ketua Umum  Indonesia JOSS JL. Masjid Nurul Falah NO.70 RT. 04 RW.03 Kelurahan. Pondok Ranggon Kecamatan. Cipayung Jakarta Timur. Minggu, (26/5/19)

Lanjut Habib Abu Djibril Basyaiban bahwa sebaiknya ikuti saja aturan Pemerintah berlaku di  KPU, Bawaslu dan sekarang proses di Mahkamah Konstitusi (MK) karena lebih bermartabat dengan mengikuti aturan-aturan yang baik yang betul-betul syah menurut Undang -Undang Dasar negara kita tercinta ini.

"Kami Indonesia JOSS tentunya berharap proses di MK  akan tercipta suasana yang menyejukkan bagi umat,"ucapnya


Selanjutnya Habib Abu Djibril Basyaiban menjelaskan bahwa Visi dan Misi  kami Indonesia JOSS ( Jokowi Sahabat Santri) adalah mengajak untuk melakukan suatu kebaikan karena."Khoirunnas Anfauhumlinnas  artinya sebaik-baik manusia adalah bermanfaat bagi orang lain." Sampai Indonesia JOSS (Jokowi Sahabat Santri ) ini, banyak orang mempertanyakan apakah non muslim boleh masuk didalamnya, perlu diketahui bahwasannya yang namanya Santri itu adalah orang yang menginginkan kebaikan, mengajak untuk berbuat kebaikan, dan menanamkan kebaikan serta menuju ke arah kebaikan itulah Santri

"nah itulah Visi dan Misi Indonesia JOSS  sama-sama kita mengajak kebaikan dalam membangun, mengawal, dan menjaga NKRI harga mati,"tegasnya

Selain itu lanjut Habib Abu Djibril Basyaiban bahwa Indonesia JOSS (Jokowi Sahabat Santri) ini merupakan sahabat-sahabat dari pada Presiden bapak Jokowi dan sahabat-sahabat daripada Wakil Presiden bapak KH Maruf Amin yang notabene anggota Indonesia JOSS memang sebagain besar kita dari kalangan keluarga kaum Nahdiyin (NU) sarungan yang mana para penasehat kita para Ulama dan Kyai termasuk guru kita Habib Lutfi bin Yahya dan Kyai-Kyai masyayid dari pulau Jawa maupun Kyai -kyai dari pelosok daerah lainnya yang selalu ikut mendukung dan mendoakan agar negara kita semakin baik dan maju kedepannya.


Sedangkan  anggota Indonesia JOSS menurut Habib Abu Djibril Basyaiban 
tersebar di seluruh Indonesia dimana ada keluarga Nahdiiyin (NU) di situlah ada Indonesia JOSS. Maka 
dengan melihat negara kita pasca pemilu ini banyak terhasut oleh para perusuh maka kita undang disini puluhan perwakilan dari Indonesia JOSS maupun Organisasi lainnya untuk berkumpul bersama-sama mendoakan agar supaya negeri kita tercinta ini tentram dan damai dan Alhamdulillah Indonesia JOSS di negara kita telah di akui dan disyahkan oleh Kemenkumhan Insya Allah Indonesia JOSS berjalan terus sampai hari kiamat dalam menebarkan investasi kebaikan.

"Harapan kedepannya Indonesia JOSS adalah mari kita sama-sama menyongsong untuk hijrah menuju kemaslahatan kebaikan dengan memakai akal sehat kita dari hati yang bersih betul-betul jernih sehingga bisa melihat kebenaran," ungkapnya

Sementara itu Akhid Sibli Ketua Umum  Indonesia JOSS mengatakan Indonesia JOSS itu ada untuk memperbaiki dan mempersatukan umat karena sekarang ini sudah selesai pemilu sehingga sudah tidak ada lagi kubu 01 dan 02 semuanya sudah menyatu menjadi 03 adalah Persatuan Indonesia sila ke 3 dari Pancasila,  mungkin kita selama pemilu kita beda pendapat maupun beda pilihan maka sekarang ini sudah saatnya kita harus bersatu kembali sehingga kedepan sama-sama mengawal dan menjaga Presiden terpilih Jokowi - KH Maruf Amin yang kebetulan bahwa Wakil Presidennya  KH Maruf Amin berlatar belakang  pendidikan Santri atau lebih dikenal dengan julukan Kyai Sarungan ini, sehingga kita sebagai Santri akan selalu mengawal program-programnya  KH Maruf Amin  yang sifatnya adalah untuk kepentingan para Santri maupun kepentingan Pondok Pesantren di seluruh Indonesia.

"Bahwa keberadaan Santri itu adalah orang yang setia memperjuangkan NKRI ini dan bahwa Santri ini telah ikut bekontribusi untuk Indonesia ini semakin maju, semakin berjaya demi persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia." Kata Ketum Indonesia JOSS

Insya Allah kedepannya Para Santri akan lebih terangkat lagi karena dimana Wakil Presiden kita saat ini KH Maruf Amin memang berlatar belakang pendidikan aslinya Santri. " Saya tentunya merasa bangga punya Wakil Presiden KH Maruf Amin dari kalangan sarungan Santri. Sehingga hikmahnya dalam kegiatan acara tasyakuran ini adalah agar semua elemen bangsa kita ini harus bersatu kembali," ungkapnya


Sedangkan Yusie Syarif
Sekretaris Jenderal Indonesia JOSS menambahkan bahwa dalam kesempatan kegiatan berbuka puasa, Tasyakuran dan santunan  kami telah melakukan kepeduluan dengan memberikan santunan kepada 250 anak yatim dan kaum Duafa, Oleh karena itu  Indonesia Joss salah satunya kami bentuk adalah untuk memberikan manfaat  bagi umat yang membutuhkan uluran tangan seperti apa yang di contohkan Nabi kita Muhammad SAW yaitu Khoirunnas Angfauhumlinnas artinya bahwa manusia yang lebih utama adalah bermanfaat buat orang lain.

"Perlu diketahui bahwa sifat dari rangkaian kegiatan Indonesia JOSS ini adalah bersifat sosial membantu anak yatim piatu, fakir miskin, maupun para janda tua yang kurang mampu," pungkas 
Yusie Syarif

Penulis : alam

Subscribe to this Blog via Email :