KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Minggu, 02 Juni 2019

Kompassindo

Anjuran Tapem DKI Hebohkan ASN Jakarta Timur


Anjuran Tapem DKI Hebohkan ASN Jakarta Timur, Padahal Sudah Ratusan Yang Bayar Zakat ke Baznas Bazis.


JAKARTA -Kompassindo

Banyak Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Jakarta Timur yang menanyakan Anjuran dari  Biro Tata Pemerintahan (Tapem) DKI Jakarta agar  seluruh ASN di DKI Jakarta melaporkan  tanda bukti yang sudah membayar zakat ke Baznas Bazis DKI Jakarta pada tanggal 29 Mei 2019 lalu. Namun sebenarnya  mereka banyak yang sudah menunaikan kewajibanya membayaran zakatnya ke badan amil tersebut.

Penanggungjawab sementara Baznas Bazis Jakarta Timur Aminuddin mengatakan bahwa kejadian kabar yang sempat menghebohkan seluruh ASN Jakarta Timur , terutama para Camat dan Lurah terkait adanya Informasi anjuran dari Biro Tapem DKI Jakarta tersebut.

"Ya sejak kemarin banyak ASN Jakarta Timur yang menanyakan informasi anjuran dari Tapem DKI tersebut. Padahal sebenernya hingga sekarang sudah ratusan yang membayar zakat mal khususnya ke Baznas Bazis Jakarta Timur,"   kata Aminnudin saat ditemui Indpiratormedia.id di Kantornya Gedung Walikota Jakarta Timur. Sabtu (1/6/19)

Anjuran  Biro Tapem DKI Jakarta tersebut sehubungan dengan  acara pembayaran zakat , infaq dan shodaqoh  di Balai Agung , Balaikota DKI Jakarta pada hari Rabu (29/5/2019) yang lalu.
Dikabarkan adanya  para ASN di wilayah Tambora  Jakarta Barat yang tidak mau  membayar zakat melalui Baznas Bazis DKI Jakarta. Sehingga kabar tersebut tersiar sampai ke Gubernur  DKI Anies.

Atas kejadian kabar tersebut, Penanggungjawab Baznas Bazis Jakarta Timur, Aminuddin menegaskan bahwa sampai sekarang ini, tidak ada ASN di Jakarta Timur yang melakukan penolakan. "Alhamdulillah semua ASN di Jakarta Timur  sangat taat membayar zakat di Baznas Bazis ," tegasnya.

Mengenai acara pembayaran zakat peduli ummat di Balai Agung, pada tanggal 29  Mei 2019 kemaren, dalam  kesempatan tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membayarkan zakat mal nya jumlahnya sebesar Rp 75 juta. 
Secara simbolis zakat tersebut diterima langsung oleh Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Luthfi Fathullah.

Pada sambutannya  Luthfi Fathullah mengajak masyarakat warga Jakarta untuk menyalurkan zakatnya melalui badan resmi milik  Pemerintah dalam hal ini Baznas Bazis DKI Jakarta.
Pada acara itu para pejabat DKI Jakarta seperti Kepala Dinas, Walikota maupun wakilnya mengikuti jejak Gubernur.

"Untuk Jakarta Timur yang hadir Wakil Walikota  Uus Kuswanto yang membayar zakat Rp 5 juta," ujar  Aminuddin. 


Ketua BAZNAS Bazis DKI Jakarta untuk tahun 2019  ini mentargetkan pengumpulan zakat Rp 200 miliar. Target itu lebih tinggi Rp 5 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 195 miliar.


Sementara itu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) meluncurkan  program pemberdayaan peningkatan ekonomi terhadap mustahik dengan pemberian modal usaha melalui program Z-Mart dan Mustahik Pengusaha.
Program Z-Mart dan Mustahik pengusaha dilakukan di Jl Cipinang Kebembem, RT 07/13, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Turut hadir saat itu  mantan Kepala BAZIS Jakarta Timur, Dwi Busara. 


Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo mengatakan, BAZNAS menyalurkan zakat sesuai dengan syariat, zakat diberikan kepada 8 asnaf sesuai dengan Al Quran Surat At Taubah ayat 60. Program Z-Mart merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan.

”Saya berharap, BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dapat bersinergi bersama  dalam pengentasan kemiskinan di DKI Jakarta," katanya. Rabu (29/5/19)


Bambang Sudibyo mengatakan  program Z-Mart, adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha retail mikro untuk mengangkat skala usaha. Diharapkan terbentuk sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong mikro, sehingga omzet mustahik pemilik warung akan terus meningkat.

Sedangkan Mustahik Pengusaha, adalah program pemberdayaan ekonomi untuk mustahik produktif yang akan menjalankan usaha atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk. Dari kategori usahanya program ini bertujuan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Penerima manfaat kedua program ini sebanyak 71 orang mustahik, yang terdiri dari 20 orang penerima manfaat program ZMart, dan 51 orang penerima manfaat program Mustahik Pengusaha yang terdiri dari usaha jamu keliling, pedagang bakso, mie ayam, pedagang makanan, penjual kue, dan usaha kerupuk," kata Bambang.

Omzet rata-rata usaha penerima manfaat Mustahik Pengusaha saat ini sekitar Rp 4.500.000 per bulan atau keuntungan sebesar Rp 1.500.000. Adanya bantuan dan intervensi dari BAZNAS diharapkan akan meningkatkan omzet menjadi Rp 6 juta per bulan atau keuntungan sebesar Rp 2 juta.

Sementara itu, untuk program Z-Mart ada fasilitas tambahan yang dapat dinikmati pelanggan, yakni pelayanan pembayaran online melalui Payment Point Online Bank (PPOB). Rata-rata omzet warung ZMart sebelum dibantu BAZNAS sebesar Rp 500 ribu per hari atau omzet Rp 15 juta per bulan.

Penulis :  Alam

Subscribe to this Blog via Email :