KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Minggu, 30 Juni 2019

Kompassindo

Terkait Ijin Oprasi PT Jarum,Dinas Perijinan Pemko Siantar Diminta Bertindak


Siantar - Kompassindo- Sejumlah perusahaan di Kota Pematangsiantar diduga tidak memiliki papan nama,namun tetap beroperasi,menariknya puluhan perusahaan tersebut sudah beroperasi bertahun-tahun tapi enggan memasang papan nama,diduga perusahaan2 tersebut menghindar dari pajak.
Keberadaan perusahaan tanpa papan nama tersebut tentunya sudah dikatahui Pemko Pematangsiantar,namun hingga saat ini belum ada tindakan yang dikakukan oleh Pemko,sehingga perusahaan yang tidak menggunakan papan nama dari tahun ke tahun terus bertambah.
Penelusuran reporter kami pada jum'at (28/06/2019),seputaran Jalan Medan yang meliputi empat kelurahan yaitu Kelurahan Nagapita, Sumber Jaya, Tambun Nabolon, Pondok Sayur se wilyah Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematansiantar, Sumatera Utara,ada perusahaan bergerak di bidang ekspedisi dan distributor serta perusahaan rokok tapi tidak memasang papan nama.
UM salah seorang sumber yang juga warga Jalan Medan tak menampik adanya perusahaan distributor rokok tanpa plang di wilayah tempatnya bermukim.
“Kita tidak tahu itu perusahaan apa, karena tidak ada plangnya, namun kami sering melihat ada mobil merek rokok Djarum yang keluar masuk setiap harinya, Sebutnya UM.
Masi kata UM,dirinya berharap Pemko Pematangsiantar menertibkan perusahaan2 yang yang diduga tidak memiliki ijin,sehingga perusahaan tersebut tidak memasang papan nama sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,jelasnya.
Perusahaan tanpa plang merupakan gaya lama untuk menghindar dari pajak yang akan dikenakan kepada perusahaan.
Sementara kita tau,perusahaan tanpa plang sangat kuat diduga tidak memiliki izin operasi,hal tersebut sudah melanggar UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
Berdasarkan hasil investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat,Gerakan Fron Rakyat Anti Korupsi (LSM-GEFRAK ),menduga telah beroprasi secara ilegal, perusahaan distribusi produk rokok yang diproduksi oleh PT Djarum,diwilayah siantar.
“Kita gak tau pasti berapa jumlah perusahaan di dalam lingkungan itu, tapi berdasarkan investigasi yang kita lakukan kami menduga sedikitnya ada 8 anak perusahaan distributor anak dari PT Djarum yang beroperasi di dalam komplek itu,” kata M.Simanjutak SH, Ketua LSM GEFRAK.
Lanjutnya,GEFRAK menduga telah terjadi konspirasi antara dinas yang terkait dengan  pimpinan perusahaan yang dimaksut,dan dapat menimbulkan kerugian Negara akibat kelalayan pajak,informasi yang kami dapatkan lahan dan bangunan yang berdiri di atas tanah lebih dari 1 Hektar itu,didaftarkan atas nama PT Sumber Cipta Multy Niaga,diduga sebagai anak usaha PT Djarum.
“Plangnya tidak dipasang, lahan nya juga bukan atas nama perusahaan induk,kita menduga itu dilakukan untuk penggelapan pajak,plank merupakan bagian dari reklame dan reklame terkena pajaknya.
Perusahaan itu sudah berdiri sekitar 5 tahun,hingga saat ini belum memasang plank sesuai yang diamanahkan oleh undang-undang,jelasnya.
Hingga berita ini disampaikan, pihak Management PT. Djarum belum dapat ditemui,dan Dinas Perijinan Kota Pematangsiantar juga belum dapat dikonfirmasi,(R.A).


Subscribe to this Blog via Email :