KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Jumat, 05 Juli 2019

Kompassindo

113 Ribu Baby Lobster Berhasil Di Gagalkan Ke Singapura






Jambi, Kompassindo - Penyelundupan benih baby Lobster sebanyak 113 ribu ke Singapura berhasil digagalkan petugas kepolisian dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (DITTIPIDTER) Bareskrim Polri. Dengan dibantu Polresta Jambi dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi. Saat ini keenam orang pelaku telah berhasil diamankan di Polresta jambi. Rabu (3/7/2019)



 Adapun pelaku yang diamankan yakni MTC (44) dan HS (52), warga Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kemudian GS (50), DR (38), JP (36), dan DP (31), yang merupakan warga Bengkulu. Penangkapan dilakukan di Jalan Pattimura, Simpang Rimbo, Kota Jambi, Selasa (2/7/2019) malam sekira pukul 23.30 WIB.


Informasi yang berhasil dirangkum, MTC merupakan pemilik barang bukti benih baby lobster yang diamankan. Sedangkan HS merupakan pendamping atau orang kepercayaan MTC.


Adapun GS merupakan sopir mobil yang dirental MTC. Sementara itu DR, JP, dan DP, merupakan sopir mobil yang mengangkut benih baby lobster ketika diamankan pihak kepolisian. 


Adapun barang bukti  di kedua kendaraan. yang pertama yakni di mobil toyota inova ribon warna abu-abu, dengan nopol BD 1667 CK. Dengan jumlah benih baby lobster sebanyak 57.000 jenis pasir dan 412 ekor jenis mutiara.


Untuk mobil yang kedua daihatsu senia warna merah dengan nopol BD 1154 CH. Dengan benih baby Lobster sebanyak 56.000 jenis pasir. Total benih baby Lobsternya sebanyak 113.000 ekor. Yang mana kalu di rupiyahkan sekitar 17.323.400.000 rupiah.


Untuk modus pelaku benih baby Lobster Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian saat jumpa pres mengatakan kepada wartawan pihaknya hanya membantu proses penangkapan. Kasus ini sendiri kata Dover, ditangani oleh Direktorat Tipidter Bareskrim Polri.


"Untuk modusnya masih dalam tahap pengembangan, Nanti para tersangka akan dikirim ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan," kata  kombes pol Dover saat jumpa pres di depan gedung polresta jambi.

Atas perbuatannya kini keenam pelaku dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.
“Ancaman hukumannya paling lama 6 tahun penjara, dan denda paling banyak 1,5 miliar,” tambah kombel pol Dover.  (susilo)

Subscribe to this Blog via Email :