KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Selasa, 02 Juli 2019

Kompassindo

Ciptakan Ekosistem Pendidikan Nilai Budaya, 15 Mahasiswa Dapatkan Hadiah Total Rp 100 Juta.




JAKARTA:-Kompassindo
Untuk membuat kota Jakarta  yang berbudaya , Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Yang tujuannya menguatkan nilai nilai budaya asli kota  Jakarta dengan mengajak insan peserta didik untuk melakukan riset sosial budaya sesuai kaidah keilmuan. 
Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro ketika mewakili   Kepala Disparbud DKI Dr Edy Junaedi menutup dan  menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Warisan Budaya Takbenda DKI Jakarta 2019 di Anjungan   DKI Jakarta TMII, Jumat (28/6/2019).
Hadiah selain diserahkan oleh Sekdisparbud DKI Jakarta Asiantoro juga  oleh Kepala Anjungan DKI Fadlan Zuhran, anggota juri H Yahya Andi Saputra, Kepala Bidang Industri Pariwisata Tony Bako dan PLH Kasi Nilai Budaya dan Sejarah DKI Mohammad Kadir. Sebanyak 15 pemenang  Juara I , II  dan III  dari 5 kategori menerima uang pembinaan total Rp 100 juta dari Disparbud DKI  selain piala dan piagam penghargaan.
"Salah satu sasaran potensial dalam penguatan dan pengembangan nilai budaya dari warisan budaya takbenda provinsi DKI adalah generasi muda, khususnya para mahasiswa," lanjut Asiantoro. 
Diungkapkannya pada tahun 2012 dan 2014 dia sebagai pecinta seni budaya Betawi membawa grup kesenian ondel ondel naik pesawat terbang ke Surabaya dan provinsi lainnya. 
Menurut Asiantoro saat ini tercatat ada 41 warisan budaya takbenda Jakarta  yang akan tetap lestari untuk diwariskan secara berkelanjutan  sebagai warisan budaya Betawi kepada generasi muda. 
Pelestarian kebudayaan didasarkan pada Perda nomor 4 tahun 2015 sedangkan penyelenggaraannya diatur dalam Pergub DKI nomor 229 tahun 2016.
Sementara PLH Kepala Seksi Nilai Budaya dan Sejarah Mohammad Kadir melaporkan naskah    karya tulis yang masuk semula 45 namun yang masuk penilaian 30 naskah. Dari jumlah itu 15 naskah berhasil tahap final. Karya tulis tersebut karya para mahasiswa dari perguruan tinggi di Jabodetabek, antara lain UI, UNJ, UIN, Unpam dan ada yang dari ISI Yogyakarta.
Tapi menurut Dewan Juri kepesertaan  lomba karya tulis tersebut tidak mewakili perguruan tinggi melainkan pribadi masing masing. 
Para pemenangnya dibacakan Drs Sam Muchtar Chaniago sebagai anggota Dewan Juri.
Untuk kategori Tradisi dan  Ekspresi Lisan Juara I  Indriyani , II Sheva dan   III Sultan B Ramadhan. 
Kategori Seni Pertunjukan  Juara I  Erika Pramudita, Peringkat II  Desviah dan  III Maharani Arnisanuari.
Kategori Adat Istiadat Masyarakat Ritus Kepercayaan Juara I  Dedi Gunawan, II Dyanti, III Sarah Awlia Malahayati.
Kategori Kemahiran  dan Kerajinan Tradisional Juara I  Mohammad Firzat Shindi, Peringkat II  Sinta Dewi dan III Umar Idrus AS.
Untuk Kategori Pengetahuan dan Tradisional Juara I  Mukhlis Muhammad, II  Andryan Ino Ponto dan III Mohamad Alwi.
Hadiah uang pembinaan untuk juara I  Rp 9 juta, II  Rp 6,5 juta dan III  Rp 4,5 juta.
Menurut M Kadir lomba ini dalam rangka HUT ke 492 Kota Jakarta. Diharapkan tahun depan diselenggarakan kembali  dengan scope lebih luas lagi dan kepesertaan lebih banyak lagi. (Alam)


Subscribe to this Blog via Email :