KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Halaman

Jumat, 05 Juli 2019

Kompassindo

Protes Zonasi PPDB, Anak sekolah dan Ibu-Ibu Serbu Balaikota Depok


DEPOK-Kompassindo
Sejumlah murid lulusan SMP dan warga se Kota Depok yang tidak diterima masuk SMA/SMK Negeri menggeruduk Balaikota Depok, Selasa (2/7/2019).
Mereka mengatasnamakan warga miskin serta anak yatim korban kebijakan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019.
“Kami berharap ada hati nurani dan perhatian serius jajaran Pemkot Depok untuk mengakomodir semua siswa miskin untuk masuk sekolah negeri agar subsidi pendidikan dari pemerintah tepat sasaran,” kata Roy P, koordinator aksi yang juga Ketua LSM Dewan Kesehatan Depok (DKR).
Ia mengatakan aksi untuk mengugah hati nurani Walikota dan Wakil Walikota Depok untuk peduli kondisi di lapangan. Ia menilai PPDB 2019 dengan sistem zonasi tak membuat warga miskin dapat memasukan anaknya di zonasi sekolah terdekat.
Alasan tidak diterima di sekolah yang dituju sangat tidak masuk akal. Juga menyalahi Permendikbud No. 51 tahun 2018 tentang sistem zonasi karena tidak sesuai zonasi oleh sekolah yang bersangkutan.
“Kami akan melanjutkan aksi ini ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar memperhatikan nasib warga miskin dan merubah sistem zonasi,” ujarnya.
Sedangkan, Ety, warga Beji, bingung dengan sistem ini. Soalnya, Beji tak memiliki SMA/SMK negeri.
“Sempat ada rencana membangun. Eh ternyata malah pembangunannya dipindah ke Kecamatan Cilodong. Jadi ini sama saja warga di Beji memang tidak boleh sekolah yang tinggi oleh pejabat di Depok,” ujarnya. (RS)


Subscribe to this Blog via Email :