KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Rabu, 27 November 2019

Kompassindo

Ratusan Masyarakat Paguyuban Sungai Bambu Demo Tuntut PT.TMMIN


JAKARTA-KOMPASSINDO
 Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban RING I Kelurahan Sungai Bambu Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara yang meliputi 5 RW yaitu  RW4,RW5,RW6 RW 8 dan RW 9. Selasa (19/11/19)  melakukan aksi demo membentangkan spanduk sambil berorasi didepan pintu gerbang  PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN)  Jln  Gaya Motor Raya, Sunter II Jakarta Utara

Aksi demo ratusan masyarakat paguyuban Ring 1 Sungai Bambu tersebut diawali dengan long March sambil yel-yel berorasi membawa  spanduk salah satunya bertuliskan " Bapak Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta Kami Warga Sungai Bambu  Butuh Bantuanmu !!!

Yang kemudian menuju titik akhir kumpul sambil orasi didepan pintu masuk PT TMMIN, di pimpin langsung oleh Nurhadi ketua masyarakat paguyuban Ring 1 Kelurahan Sungai Bambu didamping Koko sebagai orator diatas mobil komandonya

Dalam Kesempatan itu Nurhadi selaku Ketua asyarakat Paguyuban Ring 1 Kelurahan Sungai Bambu menjelaskan bahwa aksi demo yang kami lakukan itu sudah sesuai prosedur, perlu diketahui pengajuan surat terakhir sampai adanya aksi demo ini kurang lebih 1 tahun lamanya  dan  kami juga sudah 5 kali melakukan upaya  persuasif dengan mengirimkan surat ke managemen PT TMMIN namun sampai saat ini tidak pernah ditanggapi,

"Saya rasa alasan  mereka diduga mungkin ada kordinasi dengan pihak-pihak aparat terkait semacam orsorsing atau bagaimananya saya juga tidak tau percisnya," jelasnya

Selanjutnya menurut Nurhadi bahwa masyarakat kelurahan Sungai Bambu sudah lebih 10 tahun menunggu keinginan bisa di terima oleh pihak manajemen PT TMMIN namun kenyataannya pihak Manajemen tidak mau menerima tenaga kerja dari lingkungan wilayahnya sendiri, akan tetapi sebaliknya justru tenaga kerja  dari luar wilayahnya pihak Managemen PT TMMIN masih mau menerimanya,

"Maka oleh karena itu saya bersama masyarakat paguyuban Ring 1 Sungai Bambu semuanya menuntut hak masyarakat untuk bisa di terima bekerja di PT TMMIN," tegasnya

Lanjut Nurhadi karena menurut data yang kami punya bahwa tenaga kerja yang produktif di wilayah kelurahan Sungai Bambu  Kecamatan Tanjung Priok yang Produktif telah siap bekerja ada sekitar 300 orang dan yang non produktif juga sekitar 300 orang jadi totalnya ada 600 orang warga Sungai Bambu yang membutuhkan pekerjaan dengan latar belakang pendidikan rata-rata lukusan SLTA.

"Pertanyaan Saya kenapa hingga sekarang anehnya pihak Manajemen PT TMMIN tidak mau menerima tenaga kerja dari wilayahnya sendiri justru malah menerima tenaga kerja dari luar wilayah," tuturnya

Menurutnya selama ini pihak manajemen PT TMMIN belum ada upaya itikad baik untuk melakukan komunikasi dengan Warga Sungai Bambu yang tergabung dalam Masyarakat paguyuban Ring 1 Sungai Bambu, malah justru pihak Managemen PT TMMIN hanya memberikan angin surga cuma cemilan-cemilan dan melakukan pembodohan saja, jadi yang bener-benar di butuhkan masyarakat tidak pernah ada sedangkan masyarakat saat ini adalah butuhnya bekerja diterima di PT TMMIN

Harapan kami pihak Manajemen PT TMMIN bisa segera bersinergi bersama masyarakat paguyuban Ring 1 kelurahan Sungai Bambu agar dapat memerima warga bekerja baik itu sebagai tenaga kerja produksi maupun non produksi karena biang dari permaslahan lingkungan adalah pengangguran. Karena akibat dari pengangguran itulah terjadi banyak kriminal di suatu wilayah seperti  ada pencurian maupun ada penyalahgunaan narkoba,

"Maka oleh sebab itu saya sepakat bersama masyarakat paguyuban Ring 1 Sungai Bambu supaya pihak Manajemen PT TMMIN bisa menerima warga di wilayahnya sendiri," harapnya

Lanjut Nurhadi bahwa Kami bersama masyarakat Paguyuban Ring 1 Sungai Bambu akan terus melakukan aksi demo di depan pintu gerbang PT TMMIN ini, sampai tuntutan ratusan masyarakat Sungai Bambu di penuhi walaupun  sampai 4 hari kami semuanya siap bertahan melakukan aksi demo.

Padahal Kami sudah beberapa hari memberikan tenggang waktu untuk bermusyawarah dengan pihak Manajemen PT TMMIN namun mereka tidak mau mereka hanya maunya ketemu dengan Walikota, Camat dan Lurah sementara dengan Kami masyarakat Sungai Bambu yang langsung kena dampak limbah Pabriknya  mereka justru tidak mau bertemu.

"Berharap perhatian  Pemerintah  terhadap Aksi Demo kami bersama ratusan warga Sungai Bambu, dalam hal ini sangat patut disayangkan dimana Walikota, Camat, dan Lurah sampai saat ini masih juga belum peduli," kelunya

Sementara itu Nurhadi saat disinggung terkait adanya dampak dari  Limbah Pabrik PT TMMIN, ia menegaskan bahwa dampak limbah asap pencemaran seperti bau mesin terbakar  yang ditimbulkan dari  Produksi Mesin yang masuk kedalam lingkungan wilayah kami warga Sungai Bambu sampai ada yang kena penyakit Isva terutama yang rumahnya deket samping tembok Pabrik PT TMMIN. "Ya itu kurang lebih ada  20 orang yang terkena penyakit Isva tetapi ketika warga minta konfensasi pekerjaan pihak Manajemen PT TMMI, justru tidak mau ngasih, padahal di Kerawang Manajemen PT TMMIN telah memerima ribuan tenaga kerja," tandasnya

Sedangkan Kapolsek Tanjung Priok Kompol Budi Cahyono saat tiba menemui Nurhadi selaku ketua Masyarakat Paguyuban Ring 1 Sungai Bambu dan puluhan warga Sungai Bambu yang masih setia berdemo, bahwa kehadiran Kompol Budi Cahyono disaksikan pula Babinsa Kelurahan Sungai Bambu, Serma Harun.S  bertujuan untuk meredam situasi kondisi dilokasi agar kondusif aman terkendali walaupun sempat terjadi perdebatan panjang, namun kemudian Kompol Budi Cahyono berjanji akan segera menemui pihak manajemen PT TMMIN agar segera bertemu dengan perwakilan pihak dari pendemo.

"Saya minta tolong perwakilan dari masyarakat Sungai Bambu hanya satu orang perwakilan untuk  nantinya ditemukan dengan pihak Manajemen PT TMMIN," pungkas Kapolsek Tanjung Priok Kompol Budi Cahyono  yang merupakan perwakilan dari pemerintah

( Alam ) 

Subscribe to this Blog via Email :