KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Jumat, 06 Desember 2019

Kompassindo

Terkait kisruhnya penempatan pendirian bazar dilokasi berdampingan dengan bekas Venue PON Riau ke XVIII



BENGKALIS, KOMPASSINDO - Terkait kisruhnya penempatan pendirian bazar dilokasi berdampingan dengan bekas Venue PON Riau ke XVIII Tahun 2012 yaitu lapangan Volly Pantai  yang bertempat dikawasan pelabuhan Bandar Sri Laksamana diJalan Sudirman Bengkalis, mendapat sorotan tajam dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis.

Hal itu diungkap Ketua KONI Bengkalis Darma Firdaus S, saat ditemui awak media, Kamis (5/11/2019) sore.

"Bekas venue PON lapangan volly pantai itu adalah sarana dan prasarana Olahraga salah satu yang ada di Riau.Itu aset Negara yang harus kita jaga bersama,apalagi nilai pembangunan venue tersebut bernilai hampir Rp 6 milyar, "ungkapnya.

Maka itu KONI Bengkalis sangat menolak atas berdirinya stand bazar yang berada disebelahan Venue tersebut karena akan mengakibatkan kerusakan pasir-pasirnya akibat diinjak dari pengunjung bazar, Apalagi dalam beberapa bulan lagi lapangan  volly pantai ini akan digunakan untuk pertandingan.

Akuinya, KONI Bengkalis sudah melakukan rapat bersama  dengan pihak pengelola serta Pemda Bengkalis yang diwakili Asisten lll Drs.Tengku Zainuddin dan Dinas terkait di Kantor Bupati Bengkalis.

"Hasil rapat tersebut memutuskan pihak pengelola untuk melakukan relokasi dari tempat tersebut dalam batas yang sudah disepakati,"ujarnya.

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari pihak pengelola untuk melakukan relokasi dari area venue volly pantai tersebut, padahal dari pihak Dandim 0303 Bengkalis bersama Satpol PP bersedia menyiapkan mobil untuk mengangangkat fasilitas bazar ketempat relokasi yang telah ditentukan.

"KONI Bengkalis sendiri akan menyurati yang kedua kali kepada stakholders terkait,apabila hasil pertemuan tersebut diindahkan dan diabaikan,"tuturnya.

Disinggung sebagai penghambat dari pedagang dalam berjualan, Ketua KONI Bengkalis Darma Sitompul yang akrab disapa Ucok dengan tegas mengatakan tidak benar itu pihak KONI Bengkalis melarang atau menghambat dengan dalih macam-macam kepada pihak pengelola dalam membantu pedagang untuk meningkatkan taraf hidup.

Itulah tadi,karena menyangkut sarana dan prasarana Olahraga merupakan aset negara,maka itu sikap KONI Bengkalis menolak karena undang-undang No.3/2005 tentang sistem Olahraga dan pasal-pasal yang ada didalamnya jelas dan harus dipatuhi semua pihak,"ujarnya.

Terkait hal itu, Kadis Perindag Muhammad Indra Gunawan dikomfirmasi melalui WhatShappnya , Kamis 5 November 2019 membenarkan sudah dirapatkan bersama pihak pengelola, Dan pihak pengelola bersedia untuk relokasi dan meminta waktu.

"Sudah dirapatkan, dan pihak pengelola minta waktu untuk mengemasnya dan agenda keputusan rapat ada bersama Asisten lll, " ungkapnya.

Dijelasnya,venue PON tersebut bukan milik KONI Bengkalis dan sekarang dalam tahap pelimpahan dari Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Kabupaten.

Namun KONI melihat karena disitu ada bekas Venue PON  lapangan bola volly pantai ada disitu, "tutupnya.

Senada disampaikan  juga Kabid Asset BPAKD Pemkab Bengkalis Indra,SH melalui selulernya, Kamis (5/11/2019) siang mengatakan lokasi volly pantai itu adalah milik Pemprov Riau Dinas perikanan dulu,dan bukan aset KONI.

"Tidak benar tu hak milik KONI, setahu saya belum ada pelimpahan dari pihak propinsi ke Kabupaten Bengkalis. Itu perlu diklarifikasi,"singkatnya.

Memang itu adalah sarana dan prasarana Olahraga waktu PON dulu, karena aset tersebut harus dijaga bersama, dan KONI Bengkalis memandang kearah itu.

Ketua FKPPI Bengkalis Suhendry kepada wartawan mengatakan, terkait berdirinya stand bazar tersebut, pihaknya udah meminta izin ke Pemkab Bengkalis terkait untuk pendirian bazar. Semula izin tersebut bertempat lapangan pasir andam dewi, karena berdasarkan pertimbangan, akhirnya instansi terkait meminta untuk direlokasi bersebelahan lapangan volly pantai tanah milik Pemprov Riau yang diributkan saat ini.

Akuinya, izin tersebut baru sebatas mulut yang diberikan oleh instansi terkait, namun mereka berjanji akan mengeluarkan izin tertulis kepada pihak pengelola (FKPPI),"ungkapnya tanpa menyebut instansi yang mana.

Masih menurut Suhendry, kalau tak ada respond dari pihak terkait mana berani kami melanggar aturan, pedagang sendiri saksi dan bahkan sudah diberi pengarahan oleh mereka.

"Tempat yang didirikan bazar sekarang,sebelumnya sudah beberapa kali dibuat bazar pedagang oleh pihak pengelola lain dan aman-aman saja tidak kisruh seperti ini,"ungkapnya kesal.

Apalagi area bazar tersebut panitia pengelola udah memasang garis line polisi batas antara stand bazar dan venue volly pantai tersebut, ditambah anggotanya menjaga setiap sudut dari area bazar agar hal yang dimasalahkan oleh pihak KONI Bengkalis tidak terjadi.

"Saya kira ada pihak-pihak luar yang tak bertanggung jawab tak senang sehingga membuat hal-hal yang menimbulkan gesekan antar sesama,"ungkapnya tanpa menuduh.

Kita FKPPI,sama organisasi lainnya seperti PP hubungannya sangat harmonis sekali, begitu juga dengan  organisasi ke Olahragaan KONI Bengkalis mereka teman-teman semua, dan kami FKPPI bangga atlet Bengkalis dibawah naungan Koni Bengkalis berhasil mengharumkan Kabupaten Bengkalis.

"Jikapun ada pihak lain yang coba memantik sehingga menimbulkan pergesekan,udahlah stop cara lama pasti ketahuan provokatornya,"tukas Suhendry.( Romadhon )

Subscribe to this Blog via Email :