KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Rabu, 18 Desember 2019

Kompassindo

BPOM Palembang Tangkap Produsen Mie Berformalin




PALEMBANG, Kompassindo - Sebanyak 920 Kg mie basah mengandung formalin disita Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BB-POM) Palembang dari pabrik mie basah milik tersangka Beno Gunawan di kawasan Putri Rambut Selako Bukit Besar Palembang.


Kepala BPOM Palembang, Harda Ningsih mengatakan, sebagai upaya menurunkan peredaran mie basah mengandung formalin di provinsi Sumatera Selatan, pihaknya melakukan penindakan terhadap salah satu produsen mie basah yang berada di Palembang.


"Bersama tim dari Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Pol-PP Sumsel, Senin (16/12) malam, kita melakukan penindakan terhadap usaha mie basah milik tersangka. Dari penindakan ini kita juga menyita barang bukti dengan nilai keekonomian mencapai Rp76 juta, satu unit mobil pickup dan gerobak kayu," ujarnya saat gelar jumpa pers di hotel wyhdam jakabaring palembang. Rabu (18/12/2019).


Dijelaskan Herda, usaha mie basah milik tersangka sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tahun 2018 lalu dengan kasus yang sama. Tahun lalu tersangka kabur dari panggilan kepolisian dengan barang bukti sebanyak 2,44 ton, tahu sebanyak 10.500 butir serta 2 jerigen cairan formalin.


"Terdeteksinya keberadaan tersangka Beno Gunawan yang kembali memproduksi mie basah mengandung formalin berkat informasi masyarakat, serta investigasi dari PPNS BB-POM Palembang," jelasnya.


Saat ini, kata Herda, tersangka telah diserahkan dan di tahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi Sumsel. "Tersangka diancam pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar sesuai Undang-undang No.18 tahun 2012 tentang pangan," katanya.


Herda juga mengimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dengan mewaspadai pangan yang diduga mengandung formalin atau bahan berbahaya lainnya.


"Ciri-ciri mie mengandung formalin yakni warnanya yang lebih mengkilap, tidak menggumpal, bau menyegat serta tahan lebih tahan lama," jelasnya.


Sementara itu, Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKBP Imran Gunawan mengatakan, untuk penindakan barang bukti alat produksi mie basah, pihaknya akan berkoordinasi dengan BB-POM Palembang.


"Untuk penyitaan alat produksi mie basah tersebut kita masih menunggu hasil koordinasi BBPOM Palembang dengan Pemkot Palembang terkait izin usaha apa yang dilakukan," singkatnya.  (fadel)

Subscribe to this Blog via Email :