KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Rabu, 18 Desember 2019

Kompassindo

KBPP Polri Resort Kota Palembang Gelar Seminar Perlindungan Hukum Bagi Guru



Palembang, Kompassindo - Dalam memberikan rasa nyaman saat mengajar kepada guru, karena selama ini para “Oemar Bakri” merasa resah karena sedikit-sedikit diadukan oleh orangtua siswa, maka Keluarga Besar Putra Putri  Polri (KBPPP) Resort Palembang menggelar acara seminar UU Perlindungan Guru no 74 tahun 2008, pungli, perlindungan Anak dan Sosialisasi Tupoksi Ombudsman di Dunia Pendidikan, di Aula SMKN 3 Palembang, Rabu (18/12/2019).

Seketaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Markoginta mengatakan, kegiatan ini digelar dalam upaya untuk memberikan rasa nyaman kepada guru saat mengajar.  Pasalnya  selama ini guru merasa resah karena  sedikit-sedikit diadukan oleh orangtua siswa.”Ini yang masih dialami para guru, mereka masih merasa kurang nyaman saat mengajar,” katanya.

Padahal niat guru ini mengajar dan mendidik. Dari yang belum bisa menjadi bisa dan dari yang kurang pintar menjadi pintar. “Niat dan hati guru sangat mulia  namun karena watak dan karakter guru ini berbeda-beda sehingga ada yang salah diartikan anak-anak,” jelasnya.

Seperti guru melotot dikit, dibentak anak tak terima dan mengadu ke orangtua lalu dilaporkan polisi. “Hal seperti ini kadang kurang komunikasi, pemahaman kecuali kalau sudah bermain fisik memang kita tak perbolehkan,” imbuhnya.

Karena itu, melalui seminar ini banyak narasumber yang hadir dan para guru juga bisa memahami dengan UU Perlindungan Guru no 74 tahun 2008 ini. “Disini juga diundang para orangtua siswa untuk memahami apa saja yang menjadi hak guru dan lain sebagainya. Termasuk juga masalah pungli, yang termasuk pungli atau tidak di sekolah,” ucapnya.

Ketua KBPPP Resort Kota Palembang Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan UU Perlindungan Guru no 74 tahun 2008. “Kita ingin memberikan pemahaman tentang UU perlindungan guru ini agar guru memahami dan tahu tentang payung hukum ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini guru masih banyak yang belum merdeka mengajar karena banyak sedikit-sedikit guru dilaporkan. “Dalam hal ini kita juga ingin agar guru tidak takut kalau bertemu dengan polisi. Jika ada masalah semua bisa dibicarakan,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai dengan program pak Menteri yakni Merdeka Belajar guru juga merdeka mengajar. “Mengingat selama ini kemerdekaan guru dalam mengajar masih belum dirasakan. Karena itu dengan digelar seminar ini semua bisa tercapai,” pungkasnya. (fadel)


Subscribe to this Blog via Email :