KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Minggu, 05 Januari 2020

Kompassindo

MPPP-RI Lampung Pertanyakan Kinerja Pendamping Desa


MESUJI LAMPUNG-KOMPASSINDO

Semangat presiden indonesia Ir H joko widodo dalam upaya pemberantasan korupsi antara lain dengan memperketat pengawasan Dana Desa (DD), hal itu terlihat dengan ditempatkanya para pendamping desa, namun akhir akhir ini beberapa elemen masyarakat mempertanyakan apa saja yang telah diperbuat oleh para pendamping desa tersebut.

Sebagaimana yang diungkapkan Ketua Organisasi Masyarakat Pemantau Pemilu Pembangunan (MPPP-RI)pro lampung bpk Firdaus Juliantara saat di komfirmasi lewat saluran tlp,oleh awak media ini pada minggu 5/1/2020.

Dikatakan bpk Firdaus, banyaknya kepala desa yang bermasalah terkait dana dasa antara lain juga lantaran kurang efektifnya fungsi pendamping desa.

" kita mungkin sering sekali mendengar kabar tentang kepala desa yang maaf, mungkin ada kelalian hingga menyebabkan permasalahan tentang dana desa yang mereka kelola, kondisi ini saya pastikan tidak akan terjadi jika para Pendamping Desa benar benar menjalankan tugasnya sesuai koridor yang ada, " ujarnya.

Lebih lanjut pria yang akrap disapa bang Edo ini juga memaparkan bahwa Pendamping Desa memiliki kewenangan penuh guna mengawal realisasi dana desa.

" bisa dibilang kalau ring satunya dana desa itu ya pendamping desa, maka sebagai pendamping mereka harus berani mengingatkan juga menegur bila kepala desa terindikasi salah dalam pengelolaan DD, " imbuhnya.

Tak hanya itu,bang Edo juga mengingatkan agar para pendamping desa berperan lebih terkait pengawalan dana desa.

" sudah semestinya para pendamping desa bekerja lebih giat lagi bukan hanya formalitas diatas kertas, mereka digaji oleh negara bukan sedikit, maka tolong jaga amanah tersebut, jangan sampai keberadaan para pendamping desa hanya sebetas pelengkap guna mencairkan anggaran, namun mereka juga harus dituntut bekerja secara profesional dan proporsional, " tutupnya.(hardiman lampung) 

Subscribe to this Blog via Email :