KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Senin, 17 Februari 2020

Kompassindo

Judi Togel Semakin Marak ,Kapolres Siantar Dinilai Abaikan Perintah Kapoldasu



SIANTAR- KOMPASSINDO - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin telah perintahkan seluruh Kapolres/Kapolresta dan Kapolrestabes jajaran Polda Sumut, untuk menutup tempat Judi dan Toto Gelap (Togel).

“Iya, perintah untuk menutup judi dan togel,tinggal masalah waktu saja, karena tidak semudah membalikkan telapak tangan,yang pasti akan kita tindak tegas,” kata Kapolda Sumut Kamis (6/02/2020) malam melalui telepon selulernya.

Disebutkan, perintah penutupan judi khususnya Togel baru sekarang ini dilaksanakan, dan Martuani memohon waktu karena setiap tindak pidana Judi dan Togel yang masih beroperasi akan ditindaknya secara tegas.

Saat ditanya, jika ada oknum aparat kepolisian yang memback up judi, khususnya judi jenis togel, Kapolda menjawab, akan diberikan tindakan tegas bahkan sanksi yang keras.

“Berikan petunjuk kepada saya, pasti akan saya tindak tegas dan akan saya berikan sanksi yang keras,selama saya masih diberikan kesempatan,” sebutnya.sumber Topnasional.com.

Sayangnya perintah Kapoldasu Irjen Martuani Sormin Siregar,tidak di amini oleh kepolisian Resort Siantar,diduga Bandar togel JS Group masi beroprasi disiantar,JS Group omsetnya perhari sangat besar.

Ada beberapa bandar yang bernaung pada JS,diantaranya, Ponco, Rudi, Putdin, Misyono, Yudha ,Bembeng,Robin, Sabar, Dedi, Dahlan, Samsul, serta Pardi,mereka beroprasi di wilayah siantar,namun sampai saat ini belum tersentuh aparat Satuan Reskrim Polresta Pematangsiantar,omset JS Group sangat besar,bisa 200 - 300 juta perhari,jika penegak hukum mau menangkap bandar tersebut pasti suda ketangkap,kita menduga Penegak hukum disiantar masi pilih2 menangkap bandar togel yang sudah meresahkan masyarakat,sebesar apapun keinginan Kapoldasu untuk memberantas judi bila anggotanya tak melaksanakanya dilapangan,tak akan terwujud keinginan Kapoldasu,saat ini di kepolisian saya lihat perintah pimpinan tak mutlak harus dilaksanakan oleh bawahanya,sehingga sering terjadi perbedaan pelaksanaan pada penegakan hukum,jelas Bem warga kota Siantar.

Sampai berita ini disampaikan pada redaksi,Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean belum mau memberikan tanggapan,SMS yang ditujukan padanya juga belum mendapakan balasan.(R.A.Tim). 


Subscribe to this Blog via Email :