KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Minggu, 01 Maret 2020

Kompassindo

Tanggapan Anggota DPRD Soal Penggunaan Dana BOS


DEPOK-KOMPASSINDO
Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS dinilai tidak tepat sasaran dan masih terjadi kasus penahanan ijazah terhadap siswa tidak mampu.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Imam Budi Hartono mengatakan persoalan tunggakan biaya sekolah oleh siswa kurang mampu tidak hanya terjadi di swasta, namun juga ada di sekolah negeri.
“Datanya berapa tidak pernah detail, tapi aduan kesaya selalu ada, cukup banyak sekali , aduan murid tidak mampu akhirnya berhutang, padahal ada BOS dari pusat maupun provinsi,” ujarnya belum lama ini.
Imam menyebut, dana BOS yang mengalir dari pusat jumlahnya Rp 1,6 juta/siswapertahun. Sedangkan dari provinsi dan BOS yang dikucurkan Rp 1 juta/siswapertahun untuk sekolah negeri, danRp 500 ribu/siswa pertahun untuk sekolah swasta.
“Sekolah banyak berlindung untuk biaya operasional, seperti honor untuk guru honorer dan lain-lain yang seharusnya bias dinikmati anak didik dari kalangan tidak mampu,”katanya.
Dirinya kerap beberapa kali turun langsung untuk mengatasi persoalan itu.“Saya pernah datangi sekolahnya. Persoalan ini kebanyakan di swasta tapi kasusnya masih bias dihitung jari,” paparnya.
Imam mengungkapkan, dalam beberapa kasus, hal ini terjadi akibat orang tua atau wali murid enggan berterus terang.
“Ada yang malu mengadu karena minder ketemu kepala sekolah. Ada  yang bingung lunasi, karena buat makan saja susah dan lain-lain,” ungkapnya.
Dia menilai, persoalan itu tidak semestinya terjadi karena ada solusi yang dapat dilakukan.Salah satunya adalah mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja  Daerah (APBD), atau mendorong bantuan dari pihak ketiga dalam hal ini CSR.
“Makanya saya berharap kedepan ada system pemerintah yang pro rakyat dan partisipatif, dari pada APBD silpanya (sisaanggaran) banyak, sekitar Rp 600 miliaran, lebih baik dikasih masyarakat. Memberikan bantuan secara benar. Prioritaskan membantu anak yang tidak mampu,” harapnya.
Selain itu, Imam juga berharap ada bantuan khusus untuk siswa miskin berprestasi agar dapat menikmati pendidikan hingga kejenjang perguruan tinggi. (Radot. S)

Subscribe to this Blog via Email :