KOMPASS INDONESIA

KOMPASS INDONESIA
Berdiri sejak Tahun 1998 , SIUPP No.782/SK/MENPEN/SIUPP/1998 .Oleh Ir.Suryanto.

Senin, 27 April 2020

Kompassindo

Penerapan PSBB di Depok Dievaluasi Warganya 'Petugas Kerja Hanya di Depan Kamera'


DEPOK-KOMPASSINDO
Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok telah memasuki hari ke-10 pada Sabtu (25/4/2020) kemarin. Namun, penerapan PSBB dinilai belum berdampak terhadap pengurangan angka kasus Covid-19 di kota belimbing.
Berdasarkan data Pemkot Kota Depok, pada Sabtu jumlah kasus Covid-19 sudah mencapai 242, ada penambahan 3 kasus dari angka sebelumnya, yakni 239.
Sementara, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh stagnan diangka 22 orang. Begitu juga dengan angka kematian di Kota Depok berjumlah 18.
Menanggapi itu, warga Depok lewat Instagram mengungkapkan sejumlah kejanggalan selama penerapan PSBB. Salah satunya kurang tegasnya petugas di lapangan dan kesadaran masyarakat yang minim.
"Gimana gak bertambah, petugas PSBB di depan kamera doang ketat, tapi di belakang kamera mah biasa-biasa saja, bahkan contohnya di Kukusan ada tenda doang (pos check point) berdiri dan petugas PSBB-nya pun cuma beberapa alias cuma formalitas doang," ucap akun @katapeong di kolom komentar akun @depok24jam.
"Sekitar gw masih rame min. Masjidnya libur tapi sore malah pada nongkrong di lapangan :(," ujar akun @_risqinisa22.
"Percuma, orang Depok gak ada takutnya sama itu virus mau opsi satu atau pun dua, masih menyepelekan, giliran kena penyakit nyalahin nya pemerintah yang gak becus, padahal sakit kelakuan dia sendiri ulah dia sendiri," timpal akun @whu_motonaki.
"Susah min orang Depok mah kalo cuma diomongin doang kaga mempan keknya???? walikotanya juga gitu kaga ada tegas2nya pisan," balas akun @faddlymohammaddd.
"Serius deh. Depok tuh masih rame. Apalagi yang di gang2 gitu. Emang sih jalanan margonda sepi tapi dibalik itu rame hahah????," ungkap akun @_halimut.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Metro Kota Depok Komisaris Polisi Sutomo menerangkan, polisi masih kerap menemukan masyarakat yang hendak bepergian selama PSBB tidak menggunakan masker.
“Kita telah menegur sebanyak 5.320 pengendara karena tidak menggunakan masker di hari ke sepuluh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” Kata Sutomo kepada wartawan Sabtu (25/4/2020).
Menurut Sutomo, banyaknya pelanggar PSBB menjadi tantangan tersendiri bagi anggotanya. Anggota yang bertugas di lapangan kini bertugas memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di luar rumah untuk mengikuti anjuran pemerintah, termasuk mentaati larangan mudik.
“Sesuai instruksi pimpinan Depok, untuk penyekatan yang mau mudik dipusatkan di wilayah Kota Bogor dan luar Depok, Daerah Cikarang pemantauan langsung dipimpin Dir Lantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo,” tuturnya. (Radot. S)

Subscribe to this Blog via Email :